Maluku Tengah, – beritasumbernews.com- Warga Negeri Ouw dan Negeri Aboru, Kota Ambon, menyampaikan sejumlah keluhan terkait perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat setempat.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, bendera yang disebut sebagai bendera benang Raja Republik Maluku Selatan [RMS] disebut sempat terlihat di tiang bendera Kantor Negeri Ouw dan kemudian diturunkan oleh Raja Ouw. Bendera yang sama juga disebut terlihat di Negeri Aboru pada pagi hari.(Jumat 15/05/2026)
Dalam pernyataan yang disampaikan warga, keluhan diarahkan pada proses penerimaan TNI/Polri dan CPNS yang dinilai belum berpihak pada anak adat Negeri Ouw. Warga berharap pemerintah lebih memperhatikan putra-putri adat dalam proses seleksi tersebut.saat ini masyarakat Negeri Ouw berharap kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa , Pamdam XV Patimura Ambon, Kapolda Maluku,” Jangan kami di anak tirikan
Warga juga menyinggung momentum peringatan hari besar nasional hari pattimura ke 209,yang selalu dirayakan dalam setiap tahun, saat itu juga Negeri Aboru peringatan HUT RMS pada 25 April 2026 lalu,
Masyarakat Negeri Ouw dan Aboru meminta perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku, Gubernur Maluku, serta Pamdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku, maupun aparat keamanan terkait.
(Chey)

