
DOBO – beritasumbernews.com – Otoritas Jasa Keuangan OJK Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menggelar rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah TPAKD di Bumi Jargaria, Dobo, Rabu [11/6/2026].
Rapat dipimpin langsung Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Villadi. Keduanya menegaskan komitmen bersama meruntuhkan sekat geografis wilayah kepulauan terluar melalui perluasan akses keuangan yang inklusif dan aman.
“Kita harus pastikan seluruh nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat pesisir punya akses keuangan resmi. Tujuannya agar ekonomi tumbuh mandiri dan terhindar dari jeratan keuangan ilegal,” ujar Haramain Villadi.
Dalam rapat pleno, TPAKD Aru fokus pada 4 program utama:
1. Akselerasi Tabungan Pelajar KEJAR: Dorong budaya menabung sejak dini di sekolah-sekolah.
2. Business Matching UMKM: Pertemukan pelaku UMKM dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.
3. Perluasan Penyaluran KUR: Percepat akses Kredit Usaha Rakyat ke sektor kelautan, perikanan, dan pertanian.
4. Digitalisasi QRIS: Perluas penggunaan QRIS di pasar, pelabuhan, dan desa pesisir untuk transaksi nontunai.
Bupati Timotius Kaidel menyebut program ini penting untuk Kepulauan Aru yang wilayahnya terpisah laut.
“Dengan TPAKD, kita buka jalan ekonomi masyarakat pesisir. Jangan sampai warga kita terjebak pinjol ilegal karena tidak tahu ada layanan keuangan resmi dan aman,” tegasnya.
Pemkab Aru dan OJK Maluku sepakat akan mengawal implementasi 4 program tersebut hingga ke tingkat desa, dengan dukungan OPD, perbankan, dan tokoh masyarakat.
(Chey)
