AMBON,- beritasumbernews.com – Video berdurasi 46 detik yang memperlihatkan salah satu ajudan Gubernur Maluku mengucapkan kata “monyet” kepada seorang oknum mahasiswa asal Pegunungan Seram Utara viral di media sosial. Video itu diduga direkam usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8/2026).

Ajudan Gubernur Maluku, R I, akhirnya memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Akui dan Minta Maaf, Ucapan Spontan untuk Individu
Saat dikonfirmasi Senin malam pukul 20.44 WIT, R I mengakui ucapan tersebut keluar dari dirinya secara spontan saat tengah mengamankan pergerakan Gubernur Maluku di tengah kepadatan massa.

“Beta (saya) mengaku dan minta maaf atas ucapan ‘monyet’ itu. Beta lontarkan ke individu karena spontanitas, sebab kami sudah sampaikan ke yang bersangkutan tapi tidak diindahkan,” ujar R I melalui telepon selulernya.

Ia menegaskan kata tersebut tidak ditujukan kepada masyarakat adat, masyarakat Seram Utara, maupun komunitas tertentu.

Soal Benda Mencurigakan Mirip Bambu
R I menjelaskan kronologi kejadian bermula saat ia melihat beberapa orang bergerak mendekati Gubernur Maluku saat proses wawancara berlangsung.

“Di saat wawancara tersebut, beta melihat beberapa orang mendekat cepat ke arah Gubernur. Salah satu dari mereka membawa benda menyerupai bambu dan ada pula yang membawa sejenis spanduk dari karton manila,” jelasnya.

Menurutnya, benda menyerupai bambu tersebut tidak dikenali sehingga menimbulkan kecurigaan dari sisi pengamanan. Petugas kemudian meminta agar benda itu diperlihatkan, namun permintaan tidak langsung diindahkan.

Belakangan ia mendapat informasi bahwa benda itu berisi surat dari Tua Adat Negeri Manusela.
“Tidak ada sama sekali niat dan maksud beta secara pribadi untuk merendahkan harkat dan martabat manusia. Itu spontanitas berdasarkan kondisi tadi. Tolong jangan digoreng seolah beta merendahkan dia atau komunitas adat tertentu,” tegas R I.

Bantah Larang Bertemu Gubernur
R I juga membantah pihaknya melarang kelompok tersebut bertemu Gubernur. Ia menyebut pertemuan sudah diarahkan untuk dilakukan di kantor agar penyampaian aspirasi lebih tertib.

“Bukan katong (kami) mau larang dong (mereka) mau ketemu. Beta sudah fasilitasi untuk ketemu di kantor, yang bersikeras ketemu di situ, lokasi tribun. Dia seng (tidak) mau ketemu di kantor,” ujarnya.

Ia menambahkan situasi di lokasi sangat padat saat Gubernur turun dari tribun karena ada masyarakat dan wartawan. “Katong pisah-pisahkan, ada wartawan wawancara, dong tiba muncul dengan bawa beberapa selebaran dalam karton manila sambil bawa bambu. Katong curiga bambu itu apa isinya, katong minta, dia seng mau,” jelasnya.

R I kembali menegaskan ucapan “monyet” tidak untuk menggeneralisasi masyarakat Seram maupun masyarakat adat.
“Beredar kami mengatakan orang Seram monyet, bukan. Tapi oknum dia itu yang seng mau dengar, sudah dikasih tahu,” tegasnya.

Konteks Video Perlu Dilihat Utuh
Klarifikasi ini penting karena video yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan potongan singkat dari rangkaian kejadian.

Hingga berita ini ditulis, keterangan ini merupakan penjelasan dari R I. Sementara itu tanggapan dari mahasiswa atau kelompok yang berada dalam video tersebut masih diperlukan untuk menjaga keberimbangan pemberitaan.

(Chey)