
AMBON,- beritasumbernews.com – Ajudan Gubernur Maluku yang viral karena mengucapkan kata “monyet” dalam sebuah video, Sertu R. Ilaraimu dari Tim Intel Korem 151/Binaiya, memberikan klarifikasi terbuka, Selasa (18/8/2026).
Ia menegaskan tidak ada niat untuk merendahkan mahasiswa maupun masyarakat adat. Ucapan itu keluar secara spontan dalam situasi pengamanan.
Kronologi: Ada Kelompok Bawa Bambu dan Spanduk Mendekat
Sertu Ilaraimu menceritakan, insiden terjadi saat Gubernur Maluku selesai diwawancara wartawan di Lapangan Merdeka.
“Tiba-tiba muncul sekelompok pemuda. Kami tidak tahu asalnya dari mana. Membawa spanduk di kertas manila, kami belum sempat baca isinya. Ada juga laki-laki satu bawa sepotong bambu, isinya kami belum tahu,” ujarnya.
Sebagai pengawal, ia wajib memastikan keamanan. “Kita sebagai pengawal harus pastikan itu apa isinya. Jangan sampai barang itu bisa mengancam keamanan beliau,” katanya.
Ia mengaku sudah berkoordinasi dan menyarankan kelompok itu untuk bertemu Gubernur di kantor, bukan di lapangan karena Gubernur sedang menerima tamu.
“Saya sampaikan adik-adik, bukan tempatnya di sini. Saya akan fasilitasi ketemu di kantor. Tapi mereka tetap mau menerobos untuk ketemu di panggung,” jelasnya.
Minta Maaf dan Tegaskan Tidak Ada Niat Bentrok
Terkait ucapan “monyet” yang terekam, Sertu Ilaraimu mengaku khilaf karena spontanitas dan tekanan tugas di lapangan.
“Sebagai manusia biasa saya tidak punya niat untuk bentrok dengan saudara mahasiswa. Tidak ada. Ini semata-mata untuk melaksanakan tugas,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kata-kata yang saya sampaikan. Tidak ada tujuan saya untuk merendahkan. Saya datang ke sini untuk berdamai, bukan mencari masalah,” ujarnya.
Sertu Ilaraimu berharap persoalan ini tidak dipelintir dan diselesaikan dengan baik. Ia juga mengaku belum mengenal nama mahasiswa yang bersangkutan.
“Saya belum tahu siapa namanya karena tidak kenal. Itu hak mereka untuk berproses. Yang jelas saya datang ke sini untuk berdamai. Mari kita tangkap dengan kepala dingin. Jangan dipelintir lagi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak mahasiswa/kelompok yang ada dalam video tersebut. (Chey)
