AMBON,-beritasumbernews.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku menerima dengan serius seluruh catatan dan rekomendasi dari fraksi-fraksi DPRD terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025.

Hal itu disampaikan Gubernur dalam wawancara usai Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Rabu 26/8/2026.

Evaluasi Target PAD: 2025 Tidak Realistis, 2026 Harus Lebih Masuk Akal, Gubernur mengakui salah satu catatan penting DPRD adalah rendahnya capaian target penerimaan daerah di tahun 2025.

“Kami menyadari bahwa pada saat menyusun APBD Tahun 2025, target pendapatan daerah kurang realistis. Sehingga ketika berakhir tahun anggaran, realisasinya memang tidak akan tercapai,” ujar Hendrik Lewerissa.

Untuk itu, ia memastikan dalam penyusunan APBD 2026 dan tahun-tahun ke depan, Pemprov akan membuat target penerimaan yang lebih realistis dan mungkin dicapai.

“Kita belajar dari situ. Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD yang telah menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah.

Capaian 6 Bulan 2026 Positif, Tapi Kesehatan & Pendidikan Jadi PR
Menyinggung kinerja 2026, Gubernur merujuk data BPS 6 bulan pertama tahun 2026 yang menunjukkan hasil positif. Terjadi penurunan angka kemiskinan dan penurunan pengangguran.

“Di bidang pendidikan dan kesehatan juga ada capaian. Memang masih jauh dari gambaran ideal yang kita inginkan, tapi kita tetap berusaha dan bekerja keras,” jelasnya.

Ia mengakui, Pemprov bekerja dalam tekanan fiskal yang tidak terlalu kuat. Karena itu, masukan DPRD di bidang kesehatan dan pendidikan akan menjadi pemicu untuk membenahi kinerja agar hasilnya lebih baik di tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang.

Gubernur juga mengumumkan fokus baru Pemprov Maluku pada pendidikan vokasi.
“Kami sudah sepakat akan fokus untuk pendidikan vokasi di Maluku, di Ambon maupun di Tanimbar. Ini sudah disiapkan,” kata Gubernur.

Beberapa jurusan yang disiapkan antara lain: mekanik dasar, pendingin AC, otomotif, dan keterampilan lain yang dibutuhkan industri, termasuk industri minyak.

Pemprov telah merencanakan Politeknik dan Balai Latihan Kerja akan dijadikan sebagai pusat-pusat pendidikan vokasi untuk menyiapkan SDM Maluku. Gubernur juga menyebut sudah ada komitmen dukungan anggaran dari kementerian terkait.

“Saya mohon dukungan dari semua pihak agar program ini bisa berjalan dan mencetak tenaga kerja yang siap pakai,” pungkasnya.

(Chey)