
Ambon – beritasumbernews.com – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX bersama Bank Indonesia (BI) kembali memperkuat sinergi dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) Maluku melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan Tim ERB 2026 yang menggunakan KRI Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli Kodaeral IX di Dermaga Irian, Mako Kodaeral IX, Halong, Ambon, Jumat (28/8/2026).
Pelepasan dilakukan Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Surya Alamsyah.
Usai prosesi pelepasan, Komandan Kodaeral IX bersama para pejabat undangan turut mengikuti joy sailing menggunakan KRI Posepa-870 dari Dermaga Irian menuju Dermaga Ksatriaan Tawiri.
KRI Posepa-870 yang dikomandani Mayor Laut (P) Muhammad Fachri Wardana akan membawa misi pelayanan Rupiah ke lima wilayah 3T di Maluku, yakni Pulau Wetar, Kisar, Moa, Damer, dan Banda.
Ekspedisi berlangsung selama tujuh hari, 28 Agustus hingga 3 September 2026, dengan rute Ambon – Wetar – Kisar – Moa – Damer – Banda – Ambon dengan total jarak tempuh sekitar 896 nautical mile (NM).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku dalam sambutannya mengatakan, Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan negara yang harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan dalam kondisi layak edar di seluruh wilayah NKRI.
“Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan geografis serta keterbatasan infrastruktur dalam menjangkau masyarakat di wilayah 3T,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Madya TNI Yayan Sofiyan dalam sambutannya yang dibacakan Komandan Kodaeral IX menyampaikan bahwa pelaksanaan ERB 2026 merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Bank Indonesia dan TNI AL terkait pendistribusian, pengamanan, dan pengawalan uang Rupiah ke wilayah 3T.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat di wilayah 3T dalam memperoleh uang Rupiah yang layak edar, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis.
“Melihat kondisi geografis Indonesia dengan wilayah yang luas dan sebaran pulau yang sangat banyak, menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa merupakan tantangan tersendiri. Hal tersebut tidak dapat dilakukan sendiri tanpa adanya persatuan dan sinergi seluruh elemen bangsa,” kata Asops Kasal.
Bank Indonesia, lanjutnya, memiliki tugas dan kepentingan dalam menjaga kedaulatan Rupiah melalui pemenuhan kebutuhan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia. Di sisi lain, TNI AL memiliki kemampuan dan sarana untuk menjangkau wilayah perairan, termasuk kawasan 3T yang sulit diakses melalui jalur transportasi lainnya.
Sinergi tersebut tambahnya, menjadi penting karena kelancaran aktivitas perekonomian di seluruh wilayah NKRI turut menjadi bagian dari pembangunan nasional. Ketersediaan Rupiah yang cukup dan layak edar di daerah terpencil diharapkan dapat mendukung transaksi masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan dan kepulauan.
Dengan dukungan armada TNI AL dan sinergi bersama Bank Indonesia, ERB 2026 diharapkan tidak hanya memastikan ketersediaan Rupiah yang layak edar, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah 3T. (Chey).
