beritasumbernews.com – Tual, 16 Oktober 2026 – Akses pembiayaan bagi nelayan dan pelaku UMKM, budaya menabung sejak dini, hingga perlindungan pekerja non-formal melalui inklusi produk keuangan menjadi bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kepulauan Kei.

Melalui rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, OJK Maluku bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui launching Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang disinergikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Ohoi Labetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, pada Jumat (16/10).

Program ini menjadi bagian dari upaya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Tual untuk mendekatkan layanan keuangan formal kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan potensi ekonomi setempat.Pengembangan Program EKI di Ohoi Labetawi telah diawali dengan tahapan pra-inkubasi pada Februari 2026 melalui survei tingkat inklusi keuangan.

Tahapan tersebut menjadi landasan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta merancang intervensi yang sesuai dengan karakteristik ekonomi desa, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan dan usaha mikro.

Peluncuran program dilanjutkan dengan sosialisasi produk dan layanan jasa keuangan, business matching antara lembaga jasa keuangan dan masyarakat, serta aksi inklusi keuangan. Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai layanan keuangan formal, tetapi juga didorong untuk memanfaatkannya dalam mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Perluas Akses Pembiayaan, Tabungan, dan Perlindungan PekerjaAksi inklusi keuangan melibatkan sejumlah lembaga jasa keuangan yang memberikan akses terhadap produk dan layanan keuangan kepada masyarakat.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sedangkan PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara menyalurkan Kredit Usaha Mikro (KUM) Kreatif serta memfasilitasi pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Pembukaan rekening SimPel juga dilakukan oleh PT BPR Modern Express. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan akses kepesertaan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja.

Keterlibatan berbagai lembaga tersebut memperlihatkan bahwa inklusi keuangan tidak sebatas menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga mencakup penguatan budaya menabung sejak dini dan perluasan perlindungan sosial bagi pekerja.

Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan keuangan secara tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Sabtu (17/10) melalui tahap inkubasi disertai bimbingan teknis Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam dua sesi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas nelayan sebagai bagian dari penguatan ekosistem usaha perikanan.Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menyampaikan bahwa Program EKI di Ohoi Labetawi diharapkan menjadi penggerak perluasan akses keuangan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui Program EKI, kami berharap masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM di Ohoi Labetawi, semakin mudah mengakses produk dan layanan keuangan formal sesuai kebutuhannya.

Akses tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, ujar Haramain.Menurutnya, penguatan ekosistem keuangan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Bagi nelayan, akses pembiayaan dapat mendukung kebutuhan usaha dan pengembangan kegiatan perikanan. Sementara itu, bagi pelaku UMKM, pemanfaatan layanan keuangan formal dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha dan membuka peluang pengembangan bisnis.

OJK Maluku terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan agar layanan keuangan semakin dekat dengan masyarakat. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara produktif sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

Literasi Keuangan Menjangkau Pelajar dan MahasiswaSelain memperluas akses keuangan bagi masyarakat desa, OJK Maluku juga menyasar generasi muda melalui rangkaian edukasi keuangan dalam roadshow BIK 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.Kegiatan literasi keuangan dilaksanakan di Sekolah Rakyat 74 Tual, MTs Negeri 1 Maluku Tenggara, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Langgur. Dalam pelaksanaannya, OJK Maluku berkolaborasi dengan lembaga jasa keuangan untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan formal.

Edukasi ini menjadi langkah penting dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini.

Selain memahami manfaat produk keuangan, pelajar dan mahasiswa juga diharapkan semakin cermat dalam memilih layanan keuangan serta memahami risiko yang dapat timbul dari penggunaannya.

Melalui rangkaian BIK 2026, OJK Maluku memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari nelayan, pelaku UMKM, pekerja, hingga pelajar dan mahasiswa.

Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan institusi pendidikan diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan formal secara merata serta mendorong masyarakat Kepulauan Kei tumbuh lebih mandiri dan Produktif . (Chey)