AMBON,- beritasumbernews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, mengimbau masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap kondisi kualitas udara saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan.

Berdasarkan data pemantauan IQAir pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 06.00 WIT, indeks kualitas udara (AQI) di Kota Ambon tercatat mencapai 110 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 39,4 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

“Beta mengimbau basudara di Kota Ambon dan sekitarnya untuk menjaga kesehatan serta mengurangi paparan polusi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit jantung atau gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Anos di Ambon, Senin (12/10/2026).

Ia meminta kelompok sensitif untuk mengurangi aktivitas luar ruangan yang berlangsung lama atau membutuhkan tenaga berat ketika kualitas udara memburuk. Pihak sekolah dan tempat kerja juga diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan outdoor dengan kondisi udara terkini.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar, Anos mengimbau untuk menggunakan masker pelindung yang sesuai, terutama saat terdapat asap atau polusi partikel. Penggunaan masker N95 atau KN95 yang terpasang rapat dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.

“Gunakan pelindung yang sesuai, kurangi waktu terpapar, dan ambil jeda di tempat dengan udara lebih bersih. Katong juga perlu saling mengingatkan serta memperhatikan basudara yang lebih rentan,” katanya.

Selain itu, Anos mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan udara di dalam rumah, menghindari pembakaran sampah, serta tidak melakukan aktivitas yang menambah polusi asap. Jika udara luar tercemar, warga diimbau menutup jendela sementara dengan tetap memastikan sirkulasi ruangan tetap sejuk dan nyaman.

Warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan berat diminta segera mencari pertolongan medis dan mengikuti arahan tenaga kesehatan.

Ia juga meminta instansi terkait untuk memperkuat pemantauan kualitas udara dan menyampaikan informasi secara berkala disertai panduan perlindungan yang mudah dipahami masyarakat.

“Data kualitas udara dapat berubah sepanjang hari. Karena itu, informasi terbaru perlu terus disampaikan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya. Tetap tenang, tetapi jangan mengabaikan langkah perlindungan,” tegas Anos.

(Chey)