AMBON – beritasumbernews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon membuktikan pembinaan itu bukan sekadar slogan! Rutan terus mendorong pelaksanaan pembinaan kemandirian yang produktif bagi warga binaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui panen sebanyak 17 kilogram sayur pakcoy hasil budidaya hidroponik* yang dilaksanakan bersama seluruh pejabat struktural Rutan Ambon dan warga binaan kelompok tani, Selasa (06/10).

Kegiatan panen berlangsung di area budidaya hidroponik Rutan Ambon dengan melibatkan secara langsung warga binaan yang tergabung dalam kelompok tani.

Kebersamaan antara jajaran pejabat struktural dan warga binaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pembinaan yang produktif, sekaligus memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus mengembangkan keterampilan.

Budidaya pakcoy hidroponik dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penanaman, perawatan, pemantauan pertumbuhan tanaman hingga proses pemanenan. Keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap tahapan memberikan pengalaman praktis sekaligus melatih kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan kerja sama.

Panen sebanyak 17 kilogram pakcoy menjadi hasil nyata dari perawatan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Tanaman dipantau dan dirawat dengan baik hingga mencapai masa panen, sehingga menghasilkan sayuran yang dapat dimanfaatkan sekaligus menjadi hasil dari program pembinaan kemandirian di Rutan Ambon.

Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, menyampaikan bahwa kegiatan panen bersama tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kerja keras warga binaan kelompok tani yang telah mengikuti proses pembinaan dengan baik.

“Panen 17 kilogram pakcoy ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Kami mengapresiasi kerja keras warga binaan kelompok tani yang telah merawat tanaman dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal yang bermanfaat,” ujar Meta Putra.

Menurutnya, kegiatan hidroponik juga menjadi bentuk pemanfaatan lahan secara produktif di lingkungan Rutan Ambon. Selain menghasilkan komoditas sayuran, kegiatan ini memberikan ruang kepada warga binaan untuk belajar mengelola kegiatan pertanian secara bersama-sama dan bertanggung jawab.

“Dalam kegiatan ini, warga binaan belajar banyak hal, mulai dari ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab hingga kerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan yang terus kami lakukan,”lanjutnya

Sementara itu, salah satu warga binaan yang tergabung dalam kelompok tani, Dody, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan budidaya hidroponik hingga proses panen.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang dapat berguna di masa mendatang.

“Kami senang bisa ikut dalam kegiatan ini dari menanam sampai panen. Dari kegiatan hidroponik ini kami belajar bagaimana merawat tanaman dengan baik, bekerja sama dan bertanggung jawab sampai hasilnya bisa dipanen,” ungkap Dody.

Dody berharap kegiatan budidaya hidroponik di Rutan Ambon dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga binaan yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memiliki keterampilan baru.

Rutan Ambon akan terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang produktif dan memberikan manfaat nyata. Budidaya hidroponik menjadi salah satu kegiatan yang diharapkan mampu memberikan pengalaman serta keterampilan yang dapat dikembangkan oleh warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Panen 17 kilogram pakcoy hidroponik ini menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian di Rutan Ambon terus diarahkan pada kegiatan yang produktif dan bernilai manfaat. Dengan dukungan jajaran serta keterlibatan aktif warga binaan kelompok tani, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai komoditas lainnya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIA Ambon berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif serta mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan potensi, keterampilan, dan kemandirian sebagai bekal menuju reintegrasi ke masyarakat. (Chey)