AMBON -beritasumbernews.com — Pemerintah Negeri Laha resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Desa yang keempat, yang berlangsung di Dusun Kampung Baru, Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, pada Jumat malam, (06/11/2026). Kegiatan berjalan lancar dan dihadiri warga dari berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan ini berjalan dengan penuh kehangatan dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mantan anggota Dewan Negeri Laha yang turut memberikan dukungan moril maupun materil demi terselenggaranya acara ini.
Dalam sambutannya, Pemerintah Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah hadir dan berkontribusi menyukseskan MTQ keempat tahun ini.
Terima kasih khusus juga disampaikan kepada Bapak Azhar bin Tahir selaku mantan anggota Dewan Negeri Laha, beserta seluruh anggota Dewan Hakim yang telah mencurahkan waktu dan tenaga demi kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut.
Pemerintah Negeri Laha menegaskan komitmen untuk menjadikan MTQ sebagai agenda tahunan yang rutin dan berkelanjutan. “Insyaallah setiap tahun kita akan terus melaksanakan kegiatan MTQ ini. Dan insyaallah, pada tahun 2027 mendatang, kita akan kembali bertemu dan melaksanakan MTQ yang kelima secara bergilir di wilayah Dusun Wailawa yang digabungkan dengan Kampung Pisang,” ujarnya.
Apresiasi mendalam juga ditujukan kepada warga Dusun Kampung Baru yang telah menyambut dan menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik dan penuh semangat kekeluargaan. Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan terus terjaga di seluruh Negeri Laha.
Pemerintah Negeri Laha juga berharap kegiatan yang bernilai mulia ini tidak berhenti di sini, melainkan terus dijaga dan dikembangkan menjadi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Senada dengan hal itu, perwakilan warga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bergandengan tangan mendukung kegiatan keagamaan, karena lomba tilawatil Quran merupakan amal ibadah yang mulia dan diridhai oleh Allah SWT.
“Kita patut bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan penuh kehangatan. Semoga pada MTQ kelima di tahun 2027 nanti di Dusun Wailawa, kebersamaan kita semakin kuat lagi,” ucap perwakilan warga.
Satu hal yang membanggakan, dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya datang dari masyarakat Muslim, tetapi juga dari warga non-Muslim yang turut berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan MTQ. Hal ini membuktikan bahwa Negeri Laha adalah masyarakat yang hidup dalam toleransi yang tinggi.
“Keikutsertaan dan dukungan warga non-Muslim membuktikan kepada kita semua bahwa warga Negeri Laha adalah warga yang bertoleransi dan saling peduli satu sama lain. Inilah wajah persaudaraan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pemerintah Negeri Laha juga menaruh harapan besar agar dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan, semangat pelaksanaan MTQ semakin tumbuh dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Seluruh elemen, baik laki-laki maupun perempuan, diharapkan terlibat aktif dalam menjaga kelestarian kegiatan ini.
“Kalau bisa, setiap tahun harus dilaksanakan kegiatan seperti ini. Bukan sekadar lomba, tetapi sarana untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, dan membangun generasi muda yang berakhlak mulia,” harapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pengasuh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) beserta jajarannya yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran. Kehadiran TPQ menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang cinta terhadap Al-Qur’an.
Dengan berakhirnya MTQ keempat ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kerukunan yang telah terbangun semakin diperkuat, bukan hanya saat kegiatan berlangsung, melainkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat Negeri Laha.’/Ms

