Ambon,beritasumbernews.com
Terjadi perkelahian maut di Mardika yang tidak tahu sebab akibatnya, sehingga berujung pada penganiayaan dan imbasnya satu warga di tikam oleh orang tak di kenal (OTK).

Tepatnya di terminal Mardika, Kel.Rijali, Kec.Sirimau Kota Ambon, RT (30), warga dusun seri kecamatan Nusaniwe, mengalami luka lecet, pada bagian tangan sebelah kiri, dan bagian tulang belakang sebelah kiri, sementara korban (AS) yang tewas akibat luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.

Kejadian penganiayaan pertama di lakukan oleh MN, di terminal mardika A1 kota Ambon sekitar pukul 02;30 wit terhadap RT, sedangkan AS ditusuk oleh OTK di terminal angkot Karang panjang.

Informasi yang di himpun awak media beritasumbernes.com kejadian tindak pidana penganiayaan terjadi sebanyak dua kali terhadap korban yang berbeda,”polisi baru mengamankan MN yang di duga pelaku pertama.

Saat itu, seorang pemuda inisial RT dan AS sedang duduk. Entah kenapa mereka dikejar pemuda lainnya berinisial MN.

Pemuda lainnya, AS sempat mencabut pisau untuk menusuk MN, tapi dia menghindar, akhirnya penikaman itu gagal, AS pun melarikan diri ke arah Jalan Tulukabessy lewat terminal Karpan.

Namun, sesampainya di Lorong Indomaret, Jalan Tulukabessy, AS justru ditikam oleh orang tidak di kenal (OTK).

AS kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis, tapi nyawanya tidak tertolong.

Untuk diketahui MN, pelaku penganiayaan terhadap RT, sudah diamankan polisi Polresta Ambon, Sedangkan pelaku penikaman terhadap AS, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kapolsek Sirimau AKP Mustafa Kamal yang dikonfirmasi mengatakan kasus tersebut ditangani Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Sementara Kabag Ops Polresta Ambon Kompol.Syarifudin yang di hubungi Redaksi beritasumbernews.com tidak merespon, sama halnya Kasat Reskrim Polresta Ambon juga tidak menerima telpon Redaksi dan tidak merespon konfirmasi Via Whatsaap

Sedangkan Kasi Humas Polresta Ambon Ipda.Moyo Utomo saat di hubungi dirinya sementara ada di luar daerah jadi belum menerima informasi terkait kasus tersebut.

Sampai berita ini naik pihak Polresta Ambon belum dapat di konfirmasi terkait kasus penganiayaan dan penikaman tersebut.

Di ketahui warga yang di tikam adalah warga Negeri Aboru, dan informasi yang di terima awak media ini bahwa hari ini pihak warga Aboru yang di pimpin Raja Aboru bersama komunitas Lesa akan datangi Polresta Ambon dan Polda Maluku. (Chey)