SBB,beritasumbernews.com
Puluhan Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) telah diperikasa pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) SBB, terkait dugaan Pemotongan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diduga dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB.
Terkait pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejari SBB, Kepsek SMP Negeri 1 Kairatu Ibu Betty Lessil/Tohata.Spd akan melakukan tuntutan balik.
Karena merasa tanda tangannya telah di jiplak dalam bukti pengembalian uang yang ada pada Kejari.
Yang dikonfirmasi media ini lewat telepon selulernya mengatakan, dirinya merasa ada yang tidak beres dengan persoalan yang ditangani pihak Kejari.
Pasalnya kata Lessil, bukti pengembalian berupa jumlah uang dan tanda tangan miliknya, yang di tunjukan Jaksa Pemeriksa kepadanya sudah tidak sama dengan yang sebenarnya.
Lessil mengatakan, saat disodorkan berkas bukti pengembalian uang oleh Jaksa, dirinya kaget karena melihat berkas tersebut sudah tidak sesuai dengan berkas aslinya.
“Saya kaget saat disodorkan berkas pengembalian uang itu, Karena jumlah uang dan tanda tangan saya sudah tidak sama, Makanya saya tanya ke Jaksa, berkas ini dapat darimana, Sebab ini bukan tanda tangan saya dan saya punya bukti dokumentasi berkas pengembalian.” Beber Kepsek
Dikatakannya pula” tinta pena yang ada pada berkas yang ditunjukan Jaksa sudah tidak sama dengan tinta yang digukanakannya untuk tanda tangan bukti pengembalian uang dari Dinas.
Bahkan kata Kepsek, jumlah uang yang diterima sesuai bukti asli adalah 970.000 rupiah, tetapi yang ada pada berkas pengembalian yang ditunjukan Jaksa hanya 870.000 rupiah.
Lanjut Lessil, Jaksa bahkan memintanya lima kali tanda tangan untuk mencocokan tanda tangan sesuai KTP, Dan dari lima tanda tangan jelas Lessil, itu sama, beda dari tanda tangan yang ada di bukti pengembalian yang di pegang Jaksa.
“Jaksa menanyakan apa benar uang sudah dikembalikan dan berapa jumlahnya, Saya jawab sudah dan kalau mau saya perlihatkan dokumentasinya di hp saya, Tapi kata Jaksa tidak usah.
Lalu saya bilang, di berkas asli sesuai dokumentasi saya, uangnya 970.000 ribu, Kenapa di berkas yang Jaksa pegang, jumlah uangnya beda, serta tanda tangan juga bukan tanda tangan saya.?” Tanya Lessil Heran
Terkait berkas dari Kejari yang mana jumlah uang dan tanda tangannya sudah tidak sesuai dengan yang dimilikinya sesuai dokumentasi berkas asli, Lessil mengaku akan memproses balik hal ini. pungkasnya
“Saya akan tuntut nama baik, Karena yang saya lakukan itu lain, tetapi di berkas yang ada di Jaksa itu lain.” Tegas Lessil
Terkait dugaan tersebut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat Toufik E. Purwanto.SH yang di hubungi awak media beritasumbernews.com, mengatakan bahwa” terkait Ciplak Tanda tangan dan nominal uang yang di duga ada kesalahan, itu menurutnya masih dalam rahasia kejaksaan.
Lanjutnya” untuk sekarang masih di lakukan pemeriksaan saksi sekitar 90 orang kepsek, dan hasil pemeriksaannya belum bisa di beritahukan karena masih bersifat rahasia. Jelasnya (Yan.L)
