Prihatin Dengan Persoalan Supplai Pertalite Di SBB, Wakil Kekom III DPRD SBB Kontak Ahok

Piru,beritasumbernews.com
Keprihatinan dengan persoalan supplai BBM jenis Pertalite di Kabupaten SBB, Wakil Ketua Komisi III DPRD SBB, Melkisedek Tuhehay.S.Sos langsung mengkontak Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal dengan nama Ahok.

Dalam rilisnya yang dikirimkan ke media ini, Selasa, (19/7/2020) Tuhehay mengungkapkan, dirinya selaku Ketua Fraksi PDIP Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku meminta perhatian dari Bapak Ahok dan Pertamina untuk memberikan perhatian khusus terhadap kouta BBM jenis Pertalite di Kabupaten SBB, dimana BBM jenis ini tidak dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)maupun Agen Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS).

Dalam chatnya kepada Ahok, pada Minggu, (17/ 7/2020) Anggota DPRD SBB asal Kamarian itu mengungkapkan jika BBM jenis Pertalite tidak dijual di SPBU maka akan sangat berpengaruh terhadap aktifitas Masyarakat pengguna transportasi, tukang ojek dan mobil angkot yang juga berimbas pada kenaikan harga – harga barang kebutuhan pokok dan perputaran roda ekonomi di Kabupaten SBB.

Permintaan dari Ketua Fraksi PDIP SBB tersebut, Kemudian direspon oleh Komut Pertamina, Ahok dengan menyatakan bahwa” terima kasih infonya dan akan diteruskan”

Seperti diketahui, pasca kenaikan harga BBM jenis Pertamax, dimana di tingkat pengecer BBM jenis Pertamax di jual dengan harga tinggi, yakni Rp 15.000 per liter, kondisi ini diperparah dengan terjadinya kelangkaan BBM jenis Pertalite di Kabupaten SBB.

Karena itu sebagai wujud kepedulian DPRD kepada Masyarakat, Wakil Ketua Komisi III DPRD SBB ini terus mempressur Pemda SBB dalam hal ini Dinas Perdagangan, Industri dan Tenaga Kerja SBB untuk melihat dan mencari solusi bagi persoalan Masyarakat tersebut.

Pasalnya, setelah mengalami kelangkaan, BBM Jenis Pertalite , Masyarakat Kabupaten SBB harus mengalami pembebanan biaya ekonomi tinggi (high cost ), karena harga BBM bersubsidi jenis Pertalite yang awalnya Rp 7.650/liter di SPBU atau Rp 10.000/liter ditingkat pengecer naik menjadi Rp 15.000 /liter dengan BBM jenis Pertamax di tingkat pengecer.

Tuhehay lewat chatnya kepada Media ini menandaskan, PDIP selaku Partai Wong Cilik akan selalu memperjuangkan kepentingan Masyarakat, karena itu dirinya sebagai Ketua Fraksi PDIP SBB sudah menghubungi Dirut Pertamina, Basuki Tjahaya Purnama atau Pak Ahok soal tidak dijualnya BBM jenis Pertalite di SPBU dan APMS di Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Persoalan ini beriplikasi kepada perekonomian Masyarakat Nelayan, Petani, Tukang Ojek dan Supir Angkot serta Masyarakat lainnya secara luas ” cetusnya.( Yan L)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *