Ambon.beritasumbernews.com Satu dekade pemekaran Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Ambon Timur dan Klasis GPM Pulau Ambon Utara dari Klasis Pulau Ambon, tepat Tanggal 19 April 2023 dan puncak acara perayaan berlangsung di Jemaat GPM PNIEL Wayame Ambon.

Pada kesempatan itu Ketua Panitia, pelaksanaan, Edison Sarimanela kepada Wartawan media ini Rabu (19/4/2023) menandaskan, satu dekade Klasis Ambon Timur dan Klasis GPM Ambon Utara merupakan satu momen bagaimana Gereja melihat fungsi pelayanan kepada umat kedepan dengan tema peningkatan spiritualitas dalam pelayanan, olehnya berbagai hal menyangkut pelayanan mestinya ditingkatkan guna tercipta kehidupan umat yang hanya bersandar pada Tuhan Yesus sebagai kepala Gereja.

” Sekalipun baru 10 tahun kita harus bersyukur bahwa Tuhan selalu bersama dengan kita sampai saat ini dan semangat kita dalam pengharapan kepada Tuhan semakin berkembang seluruh umat di tingkat jemaat baik jemaat di Klasis GPM Ambon Utara maupun Jemaat GPM di Klasis Ambon Timur,” Jelas Sarimanela.

Menurut Sarimanela dengan adanya momen perayaan satu dekade dapat pula meningkatkan spiritualitas umat baik ditingkat klasis maupun ditingkat Sinode GPM Maluku dan Maluku Utara dan kegiatan dapat berlangsung dengan baik atas dukungan seluruh umat dan panitia penyelenggara dan Majelis Jemaat GPM PNIEL Wayame Ambon.

” Dengan pemekaran Klasis maka pelanggan Gereja dapat berjakan dengan baik dan berbagai program dilaksanakan oleh tim 10, maka pelaksanaan mengantisipasi pelaksanaan kegiatan satu dekade dapat berjalan dengan baik dan berbagai kegiatan lain telah jalan yaitu seminar soal spiritualitas pelayanan, soal penghotbah dan pembagian bingkisan kepada anak-anak yang layak mendapat bantuan,” pinta Sarimanela

Lanjut Sarimanela, bantuan terhadap anak-anak kurang mampu layak menjadi perhatian Gereja soalnya kalau kita tidak membantu maka siapa lagi mau membantu dan dengan jelas kedepan Gereja dalam lingkup Sinode maupun Klasis tetap memberikan bantuan dan sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Maluku kita akan berjuang dan membuat peraturan daerah (Perda) soal spiritualitas sehingga seluruh kegiatan keagamaan dapat diakumudir juga soal anak anak kita.(Chey)