SBB,beritasumbernews.com,Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia BPK RI segera memeriksa Anggaran Perjalanan Dinas yang di lakukan Penjabat Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Andi Candra As’aduddin SE.MH ke luar daerah, yang sudah hampir mendekati satu semester ini.
Dikatakannya, perjalanan dinas yang di lakukan setiap Minggu oleh Pj Bupati SBB Andi Chandra As’aduddin perlu di pertanyakan, karena diindikasikan perjalanan dinas oleh seorang Pj Bupati tidak wajar.
Hal ini dikatakan oleh Amanupunyo, karna perjalanan dinas yang dilakukan setiap Minggu memakan anggaran 50 juta per minggunya, ujar Sekjen LI TIPIKOR Maluku pada awak media di Piru,(26/4/2023).
Menurutnya, “Dengan kondisi daerah Kabupaten SBB saat ini semakin hari semakin buruk sementara Pj Bupati lagi sibuk melakukan perjalanan dinas”, ungkap Amanupunyo.
Ia juga mengatakan, dengan kondisi perekonomian yang semakin terpuruk di tengah-tengah masyarakat SBB ini , As’ddudin hampir setiap Minggu melakukan perjalanan Dinas keluar daerah. “Ditambahkan lagi, perjalanan Dinas yang dilakukan oleh PJ Bupati SBB ini ,tidak ada fungsi untuk masyarakat Kabupaten SBB, dan juga pertukaran uang dalam perkonomian rakyat SBB tidak ada.
“Di tambah lagi gaji para pegawai honorer tidak dibayar dengan baik, dan juga yang lebih mengejutkan lagi saat informasi yang kami dapatkan dari lapangan, ada oknum-oknum pejabat yang melakukan dil-dil jabatan serta As’aduddin juga masih mempertahankan para pejabat di lingkup pemerintahan yang bermasalah dengan hukum”,pungkasnya.
Selama masa pemerintahan Andi Candra As’aduddin selaku Penjabat Bupati Kabupaten SBB, Amanupunyo selaku Sekjen LI TIPIKOR Maluku mengecam dengan keras tindakan yang dilakukan oleh Pj Bupati sbb itu.
Ia mengatakan, kalau memang sang Jenderal tidak mampu untuk melihat Daerah ini, maka lebih baik mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati SBB.
“Informasi yang kami dapatkan juga, kalau Pj Bupati bersama orang-orang terdekatnya sementara melakukan lobi-lobi khusus untuk dia kembali melanjutkan masa jabatannya sebagai pemimpin di Kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa”, tegasnya.
Lebih lanjut Amanupunyo katakan, perjalanan Dinas yang di lakukan As’aduddin dengan jumlah anggaran yang begitu besar 50 juta per/Minggunya ,yang dimana hampir setiap minggu dia melakukan perjalanan dinas. Jika dalam setahun ia melakukan perjalanan Dinas dengan jumlah anggaran sebanyak itu, berapa banyak uang Daerah yang sudah dikeluarkan? Mungkin bisa mencapai miliaran rupiah Pemda Kabupaten SBB keluarkan untuk perjalanan Dinas Pj Bupati.
“Percuma kalau melakukan perjalanan dinas yang begitu banyak, namun dan tidak ada asas manfaatnya kan percuma”, imbuhnya.
Menurutnya, hal ini semestinya ada batasan-batasan yang di lakukan oleh Pemda SBB agar tidak kecolongan dalam hal tersebut. Saat ini, Daerah sudah tidak ada uang lagi, namun ia sibuk melakukan perjalanan dinas setiap minggu.
Ditengah krisis Global yang melanda bangsa kita ini terlebih khusus di Kabupaten SBB Ia berharap, agar jangan terjadi inflasi. Mari kita menjaga perekonomian di daerah kita ini agar lebih baik lagi. Ujarnya (Tim)
