Tobelo,beritasumbernews.com
Walau hanya dengan ekonomi rendah, namun mampu menghidupi keluarga dan bahkan sampai menyekolahkan anak bukan saja sebatas SMA namun sampai perguruan tinggi.
Pedagang kecil di pinggiran jalan yang menempati tepian jalan pada jalan lintas di Desa WKO, Kec. Tobelo Tengah, Kab.Halut, kurang lebih ada sekitar 16 orang yang tercatat, dengan pekerjaan sehari – harinya adalah penjual jagung rebus.
Hal ini terpantau Redaksi beritasumbernews.com sore tadi yang mana terlihat penuh semangat para penjual jagung ini dengan ramah dan senyum menjual jagungnya di tepian jalan.
Para penjual jagung tersebut berharap jualan mereka bisa laris atau terjual semua, dengan tujuan hanya bisa menghidupi keluarga dan anak – anak mereka dalam menempuh pendidikan.
Jagung yang di jual seharga Rp.2.500,- itu terjual setiap hari Tampa mengenal lelah dan bahkan ada yang sudah menjual kurang lebih lima tahun duduk di tepian jalan.
Hal ini belum ada perhatian Pemerintah, sepertinya hanya penjual biasa saja, namun jika di lihat secara dekat ternyata hanya dengan menjual jagung seharga Rp.2.500 mampu menghidupi keluarga dan bahkan menyekolahkan anak mereka hingga capai perguruan tinggi.
Dua ibu rumah tangga yang asik duduk berdua sambil menjual jagung Ifon Olo dan Weni Kulape yang di temui dua awak media sempat menyampaikan akan hal tersebut yang selama ini mereka alami di tepian jalan.
Menurut mereka ada sedikit perhatian Pemerintah Desa WKO pada para penjual yang mana pihak Desa telah membangun sejumlah tempat jualan yang layak terfasilitasi lampu penerangan dan juga meja jualan guna di pergunakan oleh para penjual jagung tersebut.
Kata mereka” namun belum di pergunakan, karena belum di pasang lampu penerangannya, di tambahkan pula mereka sudah sepakat jika mereka tempati tempat tersebut ada sedikit restriksi ke Desa guna menambah Inkam Desa.
Namun dari antara mereka mengatakan juga lokasi atau posisi tempat jualan tersebut kurang strategis jika di bandingkan dengan lokasi yang sekarang mereka sedang tempati selama ini guna berjualan.
Dari mereka secara pribadi juga sedikit kerepotan masalah mendapatkan pupuk, karena jika tidak berkelompok maka dengan membeli pupuk secara pribadi maka akan mendapat harga pupuk sebesar Rp.250.000 nun jika berkelompok maka saat hendak membeli pupuk hanya berkisar Rp.100 sampai 150.000.
Banyak dari antara pedagang tersebut bukan memiliki jagung dari hasil tanam sendiri nun sebagian besar membeli dari orang lain kemudian di jual kembali, hal ini hanya mendapat keuntungan secukupnya bagi mereka. (Endy-21)
