Tobelo,beritasumbernews.com
Terjadi siku menyiku antara warga masyarakat pemilik usaha pangkalan minyak tanah di Kab.Halmahera Utara, antara warga yang miliki ijin resmi dari kementrian dan warga yang hanya miliki ijin dari Pemda Halut.

Hal ini terlihat jelas dalam awal pertemuan pertama di ruang rapat DPRD Kab.Halut yang menghadirkan pihak Polres Halut,Kodim Halut, Beberapa Pangkalan dengan Kuasa Hukumnya, serta Agen Minyak Tanah dan juga pihak SPBU.

Rapat tersebut tidak terselesaikan dan di tunda karena ketidak hadiran salah satu Agen dan juga pihak Pemda dalam hal ini Bagian Kesra.

Pantauan media ini selama beberapa waktu mulai usai dari rapat tersebut hingga di dapati kemarin di duga kuat rakyat di jadikan kambing hitam oleh Bagian Kesra dan Juga Dinas PTSP.

Rakyat di jadikan bola pimping di lempar sana sini oleh pihak Kesra Dan PTSP, saling melempar tanggung jawab, seakan akan tidak tahu atau bukan urusan mereka.

Kinerja ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati agar jangan mimbias ke rana politik.

Pelayana Pemda dalam hal ini Kesra Dan PTSP ada guna melayani rakyat dan tidak di perkenankan ada unsur lain yang masuk untuk intervensi kinerja.

Namun sangat di sayangkan dua warga masyarakat yang mendatangi pihak Kesra dan pihak dinas PTSP ternyata di jadikan pimping atau bahasa kasar kambing hitam, dengan jawaban yang membingungkan.

Terjadi bergejolak saling serang atau adu mulut antara rakyat dengan kadis PTSP kemarin di kantor Dinas PTSP karena kadis melayani rakyat dengan nada kasar dan arogan Tampa belas kasihan.

Rakyat kesal dan kecewa karena merasa di permainkan oleh dua Badan Dinas tersebut, apalagi rakyat yang mendatangi dua kantor tersebut adalah sosok ibu – ibu. (Endy-21)