Aboru,beritasumbernews com
Terkait bantuan kepada lansia Negeri Aboru hingga kini di duga tidak ada kejelasan membuat Lansia jadi kecewa dengan janji – janji Raja yang tidak di tepati.
Menurut salah satu warga Negeri Aboru Johanis Malawau (80) kepada wartawan beritasumbernews.com berapa hari lalu saat di mintai keterangannya menjelaskan bahwa” saat itu Raja datangi kami para lansia di kampung ini dan mengatakan ada bapak dan ibu dari hulaliu datang untuk mau kasih bantuan buat bapak dan ibu yang sudah lansia.
Lanjut Malawau” menurut Raja saat itu, bapak dan ibu yang mau dapat bantuan harus kasih administrasi untuk foto dan urusan surat – surat, serta harus buat surat kelakuan baik di Polda Maluku. Ungkap Malawau
Malawau katakan” Dan pada saat itu juga orang tua yang sudah langsia ini kumpul uang lalu kasih buat Raja, Karna Raja membawa tukang foto, untuk Foto orang tua langsia dan keluarga , setelah itu langsia juga menanggung ongkos untuk berangkat ke Ambon masing masing KK.Rp 700.000 untuk ongkos pulang pergi. Beber Malawau
Selain itu saat kembali dari Polda, Lansia tersebut juga menanggung ongkos ke Kab.Malteng di Masohi, dengan mengumpulkan uang sebesar Rp.800.000,- per KK dan uang tersebut di serahkan ke Raja, ternyata uang yang di berikan pada Raja tidak memiliki tanda terima kwitansi, menurutnya ini merupakan sebuah manipulasi agar saat di tanyai bisa saja katakan tidak di berikan uang sebanyak tersebut karena tidak memiliki bukti tanda terima berupa kwitansi. Pungkas Malawau
Secara pribadi Malawau merasa heran dan bingung dengan sikap dan cara tersebut, namun karena berpikir akan mendapatkan bantuan sehingga ikut saja apa yang di bilang. Kesal Malawau
Sempat Malawau bertanya kepada Raja saat jelang beberapa waktu berlalu, “Raja kanapa katong seng dapat bukti penyerahan atau kwitansi apa apa? Raja mengatakan kepada langsia kasih saja, selain itu juga Raja mendapat pertanyaan dari lansia, Raja kalau katong pi balanja di toko saja katong dapat nota atau tanda terima belanja dari toko, kenapa kita tidak dapat kwitansi ? jawaban raja masih tetap sama bahwa kasih saja.
Sangat di sayangkan begitu sedih hingga saat ini Lansia menunggu bantuan tersebut itu tidak kunjung datang, Ahirnya langsia pergi di Raja untuk meminta uang yang perna langsia kasih buat Raja itu, namun Raja mengatakan kepada orang tua langsia tersebut (maaf katong di tipu), Tetapi orang tua langsia mengatakan kepada Raja,
(Raja seng bisa ose yang tipu katong), bukan orang tipu Katong. Kesal Malawau
Menurut Malawau sebagai orang tua lansia mereka tidak tahu apa – apa, namun Raja yang datang membawa orang – orang tersebut, dan bahasa tersebut keluar dari mulut Raja buat para lansia untuk mengumpulkan uang.
Para lansia di Negeri Aboru pun hanya bisa berharap dengan kejadian tersebut Pemerintah bisa memperhatikan para lansia yang ada di Negeri Aboru yang sudah di tipu, entah siapa yang menipu ? Kita minta Kejaksaan untuk segera usut hal tersebut walau itu anggaran sedikit namun ini tindakan yang tidak terpuji. Tegas Malawau
Tutup Malawau kepada awak media, bahwa uang yang di berikan itu juga mereka pinjam dari orang, bantuan pun tidak datang terpaksa uang – uang itu kita harus cari untuk kembalikan. Tutup Malawau
(Chey)
