Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Maritim, Jadi Fokus Diskusi Seskoal Angkatan ke-65

Jakarta – beritasumbernews.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menekankan pentingnya sinkronisasi arah kebijakan pembangunan daerah dengan pengelolaan sumber daya nasional dalam mendukung pertahanan maritim Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan strategis dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Hal ini disampaikan dalam Diskusi Panel Kuliah Kerja Dalam Negeri Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-65 Tahun 2026.

Lewerissa menjelaskan bahwa Maluku memiliki posisi strategis dengan 1.388 pulau dan 92,4 persen wilayah berupa laut, serta berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III dan berbatasan langsung dengan kawasan internasional. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan maritim Maluku dirancang sebagai instrumen strategis yang memiliki dua fungsi utama, yakni memperkuat kedaulatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Maluku memiliki potensi besar dalam sektor perikanan nasional, dengan kontribusi signifikan dari tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang mencakup Laut Banda, Laut Seram, hingga Laut Arafura. Namun, masih ada tantangan serius, termasuk praktik illegal fishing, destructive fishing, serta tingginya biaya logistik yang berdampak pada kesenjangan pembangunan.

Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Provinsi Maluku menerapkan berbagai strategi ekonomi biru, termasuk pengembangan Maluku Integrated Port, penguatan sektor perikanan, pengembangan Blok Masela, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut juga dinilai menjadi kunci dalam memperkuat keamanan laut dan percepatan pembangunan kawasan strategis

Mengakhiri pemaparannya, Lewerissa menegaskan bahwa pembangunan maritim Maluku diarahkan untuk menjadikan laut sebagai sumber kedaulatan dan kesejahteraan.

“Kita tidak hanya membangun wilayah, tetapi juga memperkuat garis pertahanan bangsa. Karena di laut itulah kedaulatan diuji, dan di sanalah Indonesia harus tegak tanpa kompromi,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh, Komandan Seskoal, Laksamana Muda (TNI) Ariantyo Condrowibowo, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, Pimpinan Dan Jajaran Sekolah Staff dan Komando Angkatan Laut.

(Chey)

 

Artikel yang Direkomendasikan