Rembang – beritasumbernews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya kerja
berintegritas dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan meneladani semangat
perjuangan R.A. Kartini, khususnya dalam membangun sikap independen, keberanian
berpikir kritis, serta keteguhan memegang nilai moral, etika, akuntabilitas, dan tanggung
jawab.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK
Sophia Wattimena, dalam kegiatan Inspiring Talkshow bertema “Kartini Menginspirasi:
Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas”, yang diselenggarakan di Pendopo Museum R.A.
Kartini, Rembang, Provinsi Jawa Tengah, Senin.

Sophia menekankan bahwa peran perempuan semakin strategis dalam penguatan tata
kelola, baik di sektor publik maupun sektor jasa keuangan. Namun demikian,
peningkatan peran tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk isu
kesetaraan dan kekerasan berbasis gender.

“Dalam birokrasi, sekitar 57 persen aparatur sipil negara adalah perempuan. Pada saat
yang sama, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan berbasis
gender, dengan sekitar 80 persen korbannya adalah perempuan,” kata Sophia.

Sophia menambahkan bahwa perempuan memiliki kontribusi fundamental dalam
membangun generasi berintegritas, antara lain melalui peran sebagai pendidik pertama
di keluarga, role model dalam kehidupan sosial, serta pengelola ekonomi rumah tangga,
sehingga integritas harus ditanamkan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga.

Lebih lanjut, Sophia menegaskan bahwa peran perempuan juga menjadi kunci dalam
mendukung program prioritas pemerintah, khususnya Asta Cita keempat tentang
penguatan pembangunan sumber daya manusia dan kesetaraan gender, serta Asta Cita
ketujuh tentang reformasi tata kelola, penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi.

Melalui peringatan Hari Kartini di Rembang ini, OJK tidak hanya mengangkat isu
kepemimpinan perempuan, tetapi juga mendorong kontribusi nyata perempuan dalam
penguatan tata kelola pembangunan nasional.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, yang hadir secara daring menyampaikan bahwa integritas
merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi
negara.

“Dalam tata kelola pemerintahan modern, integritas dan independensi bukan sekadar (chey)