Rembang – beritasumbernews.com – Rini menegaskan bahwa tanpa integritas, kebijakan yang baik dapat kehilangan

legitimasi, dan tanpa kepercayaan publik, institusi negara akan sulit menjalankan

perannya secara efektif.

Ia menjelaskan bahwa berbagai organisasi internasional, seperti OECD, G-20, dan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menempatkan pengelolaan konflik kepentingan

sebagai salah satu pilar penting dalam membangun public integrity system. Untuk itu,

Kementerian PAN-RB telah menerbitkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 17 Tahun

2024 tentang Pengelolaan Konflik Kepentingan.

Peraturan tersebut bertujuan memberikan kerangka yang jelas bagi aparatur negara

untuk mengenali potensi konflik kepentingan, melaporkannya secara terbuka, serta

memastikan pengambilan keputusan tetap berpihak pada kepentingan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Rini juga mengapresiasi komitmen OJK dalam membangun

budaya integritas melalui berbagai inisiatif, antara lain program Proud Without Fraud dan

penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Amurwani Dwi Lestariningsih,

yang hadir secara daring menyampaikan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai

tantangan di ruang publik, seperti diskriminasi, stereotip gender, serta hambatan

struktural dalam memperoleh posisi strategis dan pengakuan yang setara.

“Untuk mengatasi tantangan tersebut, perempuan perlu bersikap tegas dan jujur dalam

meraih cita-cita, sambil tetap menjaga nilai etika dan integritas,” kata Amurwani.

Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun

fondasi keluarga, termasuk dalam menanamkan nilai-nilai integritas dari generasi ke

generasi.

Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, antara lain putri

penulis buku biografi Kartini Myrtha Soeroto, Plh. Direktur Utama RS Kemenkes

Surabaya dr. Martha Muliana, Anggota Komisi V DPR RI Harmusa Oktaviani, serta Ketua

TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin.

Pesan Integritas dari Tokoh Perempuan Nasional

Sebagai rangkaian kegiatan, ditayangkan video “Pesan Integritas Inspirasi Perempuan

Indonesia”, yang memuat pesan dari sejumlah tokoh perempuan nasional mengenai

pentingnya integritas, keberanian, dan kemandirian sebagai nilai yang sejalan dengan

semangat Kartini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh 220 peserta secara luring

dan sekitar 4.500 peserta secara daring yang berasal dari kementerian/lembaga, anggota

DPR RI dan DPD RI, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, tokoh perempuan,

mahasiswa, serta pegawai OJK.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemangku kepentingan, antara lain

perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bank Indonesia, pemerintah daerah,