
Saparua – beritasumbernews.com – Satu unit kapal cepat KM Express Bahari 9B terbakar di Dermaga Pelabuhan Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 21.50 WIT.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh badan kapal ludes terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp900.000.000.
Kronologi Berdasarkan Keterangan Saksi: Rusli Rumalean, 38 tahun – Kapten Kapal Alamat: Desa Nania RT 10/RW 03, Kec. Baguala, Kota Ambon.
Menurut Rusli, saat itu ia selesai makan dan beristirahat di ruang VIP. Tiba-tiba lampu padam dan ia melihat asap naik dari buritan kapal sampai ke ruang VIP. Ia langsung berlari ke kamar mesin untuk mengecek.
“Sampai di kamar mesin asap sudah tebal. Saya ambil APAR untuk padamkan api, tapi api tidak bisa dipadamkan dan saya sudah susah bernapas. Saya keluar ke pelabuhan minta tolong warga,” ujarnya.
2. Adri Lumunon, 61 tahun – Masinis/Bas Alamat: BTN Waitatiri Blok A, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah.
Adri menjelaskan, saat itu ia selesai menjalankan mesin kiri sebagai persiapan berangkat ke Tulehu besok pagi. Setelah mesin jalan, ia naik ke ruang C untuk mengecek HP yang sedang dicas.
“Tiba-tiba lampu kapal mati. Saya lihat ABK Goldy lari ke kamar mesin, saya ikut. Sampai di kamar mesin asap sudah tebal. Kami ambil alat pemadam dan semprot ke arah asap, tapi asap terlalu tebal. Kami keluar ke pelabuhan minta tolong warga,” katanya.
3. Goldy Payer, 27 tahun – Oiler/ABK Mesin Alamat: Desa Latta, Kec. Baguala, Kota Ambon.
Goldy menuturkan, setelah selesai kerja mesin bersama Bas, ia naik ke atas untuk makan. Tiba-tiba lampu padam dan ia langsung turun ke kamar mesin.
“Sampai di kamar mesin api sudah besar dan asap tebal. Saya coba padamkan pakai APAR tapi tidak berfungsi. Saya lari ke ruang VIP ambil APAR tabung biru, semprot dari jendela blower kanan, tapi api tidak bisa mati dan saya tidak bisa napas. Saya lari keluar minta tolong warga,” jelasnya.
Dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun seluruh badan KM Express Bahari 9B terbakar. Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp900.000.000.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kapal sedianya dijadwalkan berangkat ke Tulehu pada Rabu pagi, 22 April 2026.
(Chey)
