AMBON,- beritasumbernews.com – OJK Provinsi Maluku menyebut penyaluran kredit di Maluku belum sepenuhnya berdampak ke masyarakat, khususnya sektor UMKM. Mayoritas kredit masih didominasi kredit konsumsi ASN.
Ambon (12/08/2026)
“Manfaatnya di masyarakat memang belum terasa. Ini analisa kami. Kontribusi kredit terbesar masih banyak di Kota Ambon dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku,” ujar perwakilan OJK dalam forum diskusi bersama Pemkot Ambon.
Data menunjukkan pertumbuhan kredit di Maluku mencapai 5,38% – 5,84%. Namun pertumbuhan kredit UMKM hanya 0,78%.
“Jadi sebagian besar itu adalah kredit yang arahnya ke konsumsi. Kredit ASN untuk pembelian rumah dan sebagainya. Bukan ke arah kredit UMKM. Itu yang menjadi PR kita bersama,” jelasnya.
OJK menilai agar pertumbuhan ekonomi merata, maka penyaluran kredit harus didorong ke sektor produktif.
“UMKM itu pasti mempekerjakan orang. Minimal 1 UMR, rumah makan kecil bisa 4-5 orang pegawai. Itu yang kita sasar supaya kesejahteraan masyarakat bisa lebih terukur,” katanya.
OJK juga menyoroti sektor unggulan Maluku yang belum tergarap maksimal. Padahal kontribusi PDRB Maluku terbesar ada di pertanian, perkebunan dan perikanan.
“Kita lihat komoditas andalan Maluku: cengkeh, pala, sagu, perikanan. Tapi pertumbuhannya tidak terlalu tinggi dan kreditnya pun tidak banyak,” ujarnya.
Ia mencontohkan banyak hasil perikanan yang langsung dijual ke Surabaya dan Jakarta tanpa melewati Maluku. Sehingga tidak tercatat di data daerah.
“Karena itu kita bersama Bank Maluku Malut, BPD, dan lembaga jasa keuangan sedang dorong pembiayaan ke sektor-sektor yang padat karya. Dengan catatan tetap lihat aset jaminannya,” katanya.
OJK juga mendukung hilirisasi. Contohnya proyek PSM di Maluku Tengah untuk hilirisasi pala dan kelapa.
“Jangan hanya jadi penghasil bahan baku. Industri pengolahan harus kita dorong. Kalau ada pabrik skala kecil saja, dampaknya ke masyarakat pasti besar. Targetnya 2027 sudah mulai kelihatan manfaatnya,” jelasnya.
Terkait aset kripto, OJK bersama pihak terkait sudah melakukan edukasi ke kampus seperti UNPATTI pada Mei 2025.
“Kami juga bangun platform http://juga.co.id bersama asosiasi perbankan untuk memitigasi transaksi ilegal,” ujarnya.
Untuk koperasi, OJK Maluku saat ini hanya mengawasi 21 koperasi dengan izin usaha simpan pinjam. Sisanya pengawasan ada di Kemenkop.
“Kami ingatkan, koperasi itu dari anggota untuk anggota. Hati-hati dengan koperasi yang menawarkan bunga besar dan menghimpun dana dari luar anggota. Itu rawan penipuan. Kalau ada yang mencurigakan, laporkan ke Satgas PASTI OJK,” tegasnya.
OJK juga menyoroti maraknya rekening kosong/dormant yang dipakai untuk penipuan online.
“Banyak masyarakat yang rela kasih KTP untuk buka rekening, lalu ATM dan bukunya diserahkan ke oknum. Uangnya diputar-putar. Ini yang kita sisir bersama perbankan,” katanya.
OJK mengimbau masyarakat yang jadi korban penipuan agar segera lapor, jangan malu.
“Lapor lewat 157 atau http://ojk.go.id. Kalau telat lapor, rekeningnya sudah dipindah-pindah, susah dilacak,” pungkasnya.
(Chey)

