
AMBON,- beritasumbernews.com – Tokoh maluku Rauf Pelu mengajak semua pihak untuk memaafkan ajudan Gubernur Maluku, Sertu R. Ilaraimu, terkait ucapan yang viral beberapa hari lalu.
Menurutnya, ucapan tersebut muncul karena spontanitas dan tekanan saat menjalankan tugas pengamanan Gubernur.
“Beliau Jalankan Tugas Negara
Raup Pellu menjelaskan, sebagai anak tentara ia memahami betul situasi yang dihadapi seorang pengawal.
“Beta juga sebagai anak tentara. Papa saya tentara. Jadi beliau ini menjalankan tugas sebagai pengawal pribadi Gubernur untuk mengamankan pejabat. Kita tidak tahu di dalam bambu itu apa. Kalau ada bom atau ada apa yang mencelakakan Pak Gubernur, beliau yang di penjara,” ujarnya.
Ia menyebut, ajudan tersebut selama ini dikenal baik dan sering memfasilitasi masyarakat yang ingin bertemu Gubernur Maluku.
Rauf Pelu meminta agar masyarakat tidak memperpanjang persoalan. Apalagi yang bersangkutan sudah menyampaikan permohonan maaf.
“Apa yang beliau sudah minta maaf, ya marilah kita sama-sama memaafkan. Kita ini manusia biasa, tidak terlepas dari khilaf dan kesalahan. Kita kan bukan malaikat,” katanya.
“Beliau ini posisinya sebagai pengawal pribadi Gubernur yang menjalankan tugas negara untuk mengamankan kepala daerah. Sementara itu saja. Terima kasih,” pungkasnya.
Hingga saat ini, proses mediasi dan komunikasi antara pihak ajudan dan kelompok mahasiswa masih terus diupayakan agar persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
(Chey)
