Halut,beritasumbernews.com
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Halmahera Utara pada hari kedua menggelar kegiatan pengembangan Kapasitas P4GN pada Lembaga Adat dan Komunitas berbasis kearifan Lokal tahun anggaran 2021.
Kegiatan tersebut pada hari kedua yang melibatkan para tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Adat, Lembaga Anti Narkoba (LAN), Mahasiswa serta pihak Kesehatan, yang di gelar di Hotel Kita Desa Wasia,Kec.Tobelo, Kab.Halut
Dalam sambutannya Kepala BNN Kab.Halut Maximillian Sahese.AP menyampaikan bahwa” Kondisi yang di hadapi oleh Bangsa ini dalam menghadapi peredaran Narkoba di Negera ini kususnya di Kabupaten Halut, sangatlah memprihatinkan, persoalan narkoba ini adalah persoalan yang butuh kerja sama dari semua elemen baik tokoh masyarakat, maupun tokoh agama, tokoh adat dan lembaga anti natkoba atau LAN bahkan kerja samanya pemerintah daerah.
Lanjut Sahese” Perkembangan pelebaran narkoba ini makin hari makin besar dan hingga kini belum dapat tertangani dengan baik, hal ini terlihat jelas dari tingginya banyak pengguna, sehingga saat ini BNN menginnginkan kerja sama yang baik dari semua pihak guna menyelesaikan persoalan ini.
Kata Sahese” Satu harapan agar kami semua dapat satukan langkah guna nyatakan sikap untuk perangi narkoba di Negara ini dan Kusus di daerah ini Kab. Halmahera Utara, karena di Halut sekarang rawan beredarnya narkoba.
Sejak 2013 hingga 2019 dan sampai hari ini persoalan narkoba yang di konsumsi oleh masyarakat yang mana di ketahui angka tertinggi yang di lakukan lebih banyak cenderung ke kalangan Siswa baik siswa SMP maupun SMA, barang yang di konsumsi itu adalah Lem. Pungkas Sahese
Kurang lebih 21 anak usia SMP dan SMA yang mengisap Lem, sedang di rehabilitasi di Klinik BNN yang datang dari sekitar wilayah Kec.Tobelo, serta kurang lebih ada 10 kasus Rehabilitasi yang sedang di tangani klinik BNN yang sedang di tangani di Lapas Tobelo, hal tersebut di sampaikan oleh dr. Doto RayRay dalam paparan materinya.
Di tambahkan pula oleh dr.RayRay bahwa pengguna yang ada di lapas tersebut mendapatkan narkoba atau barang haram tersebut di dapat dari cara pengiriman secara online.
Selain itu dalam paparan materi dan arahan yang di sampaikan oleh Kepala Kantor Kementrian Departemen Agama H. Basir Abdurrazak.S.Ag. MM, menyampaikan bahwa” Bangsa Indonesia di perhadapkan dengan dua Generasi yakni Generasi Kolonial dan Generasi Remilinial.
Lanjutnya” saat ini sesuai perkembangan baik siswa SD,SMP,SMA semua dapat melihat gambar dan Vidio apa saja yang di dapat dalam Hp.
Akibat narkoba ini maka akhirnya manusia menjadi rusak dan melupakan agama yang telah di berikan Tuhan bagi manusia. Ujar Basir
Tambahnya kurang lebih di Kementrian Agama Kab Halut sudah memiliki sekitar 300 orang penyuluh Agama yang di sebarkan di Masjid dan di Gereja – Gereja se-Maluku Utara. Terang Basir
Akui Basir” sangat sulit untuk masalah narkoba ini bisa di selesaikan dan bisa di berantas, karena sudah berakar, dan dengan narkoba memberi manfaat ekonomi yang baik, sehingga orang cenderung menggunakan dan mengedarkannya. Pungkasnya
Tambah Basir” pendidikan yang utama dalam Islam itu adalah pendidikan mama dan papa, sehingga dalam pendidikan itu berfungsi dua pendidikan yakni pendidikan informal dan pendidikan Formal. Tutup Basir
Sedangkan menurut Kasat Narkoba Polres Halut, AKP. MANSUR BASING, SH menyampaikan” narkoba saat ini beredar bukan saja di kalangan Rakyat namun semua kalangan baik TNI/Polri, PNS, Siswa, Mahasiswa dan semua kalangan bahkan Kejaksaan dan juga DPRD. Ungkap Kasat
Kasat juga mengharapkan semua pihak jika ada temuan terkait pengguna narkoba yang sedang beredar agar segera laporkan agar pengguna tersebut bisa di rehabilitasi, itu menandakan kita sayang pada orangnya untuk tidak merusak tubuhnya bahkan orang lain. Pinta Kasat
Tambah Kasat” di Halut pada umumnya yang lagi marak beredar yang sedang di konsumsi itu adalah Sabu dan Ganja, dan juga satu nama tren yaitu Gorila. Beber Kasat
(Endy-21)
