Ambon,beritasumbernews.com,Dinas perpustakaan dan kearsipan kota Ambon menggelar kegiatan sosialisasi dan penyesuaian guna memahami menarik minat baca gun bisa bersaing dalam seluruh aspek bidang kehidupan.
Hal ini di ungkapkan Drs. Bodewin Wattimena Pj. Wali kota Ami8vzry oh vubon pagi tadi saat menyampaikan sambutan dalam acara kegiatan yang di laksanakan oleh Dinas perpustakaan dan kearsipan kota Ambon, yang di laksanakan pukul 09 : 00 Wit, tepatnya pada lantai 2 hotel Pasific kota Ambon. Rabu 2/08/2023
Dalam sambutan itu Wattimena menyampaikan bahwa” Minimal kita tidak termaksud dalam kelompok-kelompok orang yang gagal.
Kata Wattimena” yang di maksud dari Gagal itu yakni” Gagal paham teknologi, seperti itu juga apalagi sampai tidak mengerti tentang apa sebenarnya yang sementara terjadi.
Dan oleh karena itu, lagi kata Wattimena” ini perlu kita menyesuaikan diri berupaya untuk bisa mengerti dan memahami supaya kita bisa bersaing dalam seluruh bidang kehidupan.
Menurutnya” Hari ini siapa yang mau menguasai teknologi supaya dia bisa menguasai bidang ekonomi, bidang sosial, kemudian kesehatan, industri dan lain sebagainya.
Pasalnya” Dan itulah yang penting termaksud bidang perpustakaan,
Tadi di sampaikan oleh panitia penyelenggara bahwa salah satu program prioritas nasional 2020 2024 adalah meningkatkan budaya literasi, inovasi, dan kreatifitas. Ungkap Wattimena
Upaya meningkatkan budaya ini unjung tombaknya ada pada bidang perpustakaan. Tutur Wattimena
Dari dulu semua tahu kalau perpustaan itu tempat orang untuk pinjam buku untuk di baca buku,
Karena itu setiap kita yang pernah bersekolah atau kuliah, perpustakaan itu menjadi tempat tujuan kita karena sesungguhnya kita harus membaca, mencari berbagai literatur terkait tugas-tugas di sekolah tetapi juga penyusunan skripsi, besis dan lain sebagainya. Jelas Wattimena
Dan oleh karena itu, perpustakaan harus berani untuk bertransformasi, yang di mulai dari perubahan paradik maupun berfikir.
Kemudian dia dapat membantu mengelola perpustakaan supaya bisa bertindak, berlaku sesuai dengan perubahan-perubahan layanan yang di inginkan hari ini. Ucap Wattimena
Kalau dulu orang hanya datang dan pinjam buku, baca buku, maka sekarang perpustakaan bisa menjadi tempat di mana orang belajar dan mengikuti berbagai perubahan yang ada di masyarakat, dan itu orang bisa melakukan di perpustakaan. Sebut Wattimena
Ada banyak hal yang bisa di peroleh di sana, apalagi kalau hari ini kita sudah masuk di perpustakaan digital dan sebagainya.
Selaku pejabat Wali kota Ambon, Wattimena mengatakan” saya memberikan apresiasi kepada Dinas perpustakaan dan kearsipan kota ambon yang telah melaksanakan kegiatan ini.
Mencerdaskan masyarakat kota ambon harus di lakukan secara holistik, tidak hanya terbatas di ruang-ruang sekolah formal tetapi juga bisa di lakukan dan harus di lakukan melalui pembelajaran non formal lainnya.
Sebab, literasi bukan hanya sekedar bisa baca dan bisa tulis yang mana di katakannya, tetapi literasi itu adalah keterampilan yang di miliki oleh seseorang untuk mengelolah informasi yang di peroleh dan menjadikannya menjadi sebuah petensi barang atau jasa yang bernilai ekonomis.
Saya berharap Bpk/Ibu pengelola perpustakaan mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga materi yang dapat di terima dengan baik lalu kemudian di presentasikan di perpustakaan desa masing-masing.
Tadi di sampaikan beberapa waktu yang lalu telah di bagikan computer dan buku-buku kepada Desa, Negeri, dan Kelurahan.
Bantuan tersebut di maksudkan agar Bpk/Ibu dapat memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan literasi di Desa, Negeri, Kelurahan masing-masing.
Jangan menggunakan untuk hanya membantu kantor Desa, dan atau kelurahan, namun manfaatkannya secara luar bias guna akang untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat Desa, Negeri, Kelurahan di maluku.
Kita hari ini berupaya untuk memberikan kesempatan ruang yang cukup kepada pemerintah Desa, Negeri, Kelurahan supaya bisa mengembangkan berbagai hal di wilayah masing-masing.
Karena memang tingkat pemerintahan terbawah itu ada pada desa, negeri, kelurahan dan merekalah yang langsung bisa bersentuhan dengan masyarakat.
Karena itu berbagai program pemerintah baik itu pusat, provinsi maupun kota hari ini kita arahkan untuk bisa mengembangkan prakarsa dari desa, negeri, kelurahan.
Bahkan seluruh proses-proses perencanakan kita arahkan untuk dia muncul dari bawah.
Proses sebatas Asal maaf yang melibatkan partisipasi masyarakat supaya kebijakan yang di buat oleh pemerintah baik kota maupun sampai di tingkat pusat dia benar-benar merupakan kebijakan yang di buat untuk menjawab.
Dinas perpustakaan yang berfikir atau pemerintah kota yang berfikir untuk membuat program kegiatan syukur-syukur yang tepat sasaran.
Tetapi kalau itu tanpa di dasari dengan identifikasi yang baik terhadap kebutuhan masyarakat maka dia bisa membias dan tidak tepat sasaran lalu program atau proyek di lakukan itu gagal, itu yang kita tidak mau.
Karena itu kami berharap pemerintah negeri, desa, kelurahan itulah mereka menjadi unjung tombak untuk memberikan masukan kepada pemerintah kota.
Dan semua ketika itu kembali menjadi program kegiatan di desa, negeri, kelurahan kami berharap juga di laksanakan di belom membersihkan dengan baik.
Banyak yang sudah saya sampaikan kepada desa, negeri, kelurahan kita ingin desa, negeri, kelurahan menjadi para pengelolahan desa yang baik yang benar sesuai aturan.
Kata Wattimena lagi” Kita ingin supaya desa, negeri, kelurahan di buat di bentuk sanggar seni budaya, kita ingin di desa, negeri, kelurahan bisa membantu pemerintah bersama dengan pemerintah kota untuk bisa menyelesaikan seluruh rumah di desa, negeri, kelurahan yang belum memiliki toilet atau kakus.
Masih Wattimena” Kemudian kami juga di setiap desa, negeri, kelurahan untuk minimal memunculkan 1 jenis tarian baru yang bisa memperkaya budaya kita di kota Ambon. Pinta Wattimenaa
Demikian juga yang lain termasuk menjadi pengelola perpustakan yang baik sebagai sarana atau media baik pada masyarakat untuk meningkatkan literasi budaya baca atau segala macam di desa, negeri, kelurahan.
Karena itu, hari ini Bpk/Ibu sekalian sebagai peserta akan mengikuti bimbingan teknis.
Kegiatan bimbingan teknis dan kegiatan sejenis lainnya di lakukan ini semata-mata dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas para peserta.
Kalau terkait dengan kegiatan ini maka bpk/ibu akan di jajarkan bagaimana mengelola perpustakaan yang baik di desa, negeri, kelurahan.
Bagaimana cara kita menyusun katalog dan sebagainya.
Jadi kalau orang datang di situ orang bisa lihat kalau owh ini buku judulnya apa dan tahun barapa, siapa pengarangnya sebelum dia melihat bukunya. Kira-kira seperti itu.
Penataan ini yang penting dia mau terima v berikan suasana yang nyaman, suasana yang baik bagi pengunjung.
Satu harapan besar Pj. Wali kota ambom dengan fri5free berharap juga di masing-masing Desa, negeri, kelurahan selain perpustakaan kita bikin pojok-pojok baca di tempat-tempat djhjjajjng strategis yang jk banyak di kunjungi oleh masyarakjat.
Bila perlu nanti semua istri kepala desa perempuan atau kepala desanya perempuan, suaminya jadi bunda dan ayah literasi di desa, negeri, kelurahan masing-masing, supaya terus mengkampanyekan minat baca dan lain-lain di desa, negeri dan kelurahan.
Wattimen.jug berpesan agar setiap peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pengalaman, agar bisa menolong beberapa orang. (Veja)
(lebih…)