Ambon,beritasumbernews.com,Terkait isu lambatnya pembangunan pasar lama, kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Ambon Sirjhon Slarmanat, SH., MH, angkat bicara.
Menurutnya dalam keterangan klarifikasi yang di ungkapkannya di lapangan merdeka Ambon siang tadi kepada sejumlah awak media mengatakan” untuk menata kawasan itu, pemerintah kota Ambon telah melakukan kebijakan berupa pekerjaan.
Pasalnya” karena memang sebenarnya terkait dengan izin itukan fasilitas pemerintah, dan tentu pasti ada material yang sebenarnya sudah dibersihkan beberapa kali. Tutur-nya
Kemudian akan menjadikan tempat itu sebagai pusat kuliner, dan keseluruhannya nanti akan menempati badan jalan di yos sudarso. Jelasnya
Sedangkan untuk kendaraan roda dua pasti ada ruang untuk mereka. Ucap Kadis
Sambungnya,” pembangunan pasar lama itu masi terus berjalan sudah 80% dan 2 tahap terakhir akan di lakukan pemasangan kerakik, kemudian drainasi saluran-saluran, dan akan menjadi Icon karena memang nanti ada gapura yang di buat juga sebagai tanda bahwa ini ada tempat kuliner. Ujar Kadis
Di tambahkannya” Tempat itu nantinya akan dinamakan pasar tabea oleh pemerintah kota Ambon, yang artinya terus membenahi Ambon.
Jadi tidak ada namanya diberhentikan, karena masi ada dalam koordinasi pekerjaan. Sebut Kadis
Sebenarnya ini merupakan proyek yang dilakukan oleh pihak ketiga yang berinisiatif untuk melakukan pembangunan, dengan pengawasan pemerintah melalui dinas PU secara teknis, dan kemudian nanti di tempati oleh pedagang, dan karena itu tidak menggunakan APBD, tetapi menggunakan pihak ketiga, jadi tentunya pasti ada biaya yang dikeluarkan untuk menempati tempat itu, karena memang di rasionalisasi oleh pemerintah, ungkapnya.
Di tambahkannya Kadis” Yang menjadi prihatin kami yaitu, masyarakat yang masi berada di situ menarik terpal kemudian tinggl di situ, padahal sudah dianjurkan untuk tidak bisa digunakan untuk tempat tinggl, sehingga tempat itu dikatakan kumu, dan sudah berulang kali kita sudah memberikan peringatan, bahkan terpal-terpal itu sudah di tertibkan, sudah di tutup, digulung kembali oleh satuan polisi Pangonpraja.
Tetapi sampai hari ini masi ada beberapa masyarakat yang masi tinggl disitu.
Kita berharap masyarakat cepat mencari tempat untuk tinggl, karena tempat itu bukan tempet tinggl. Harap Kadis
Kata Kadis” Tadi saya baru koordinasi dengan pihak ketiga yang melakukan pekerjaan itu, bahwa dia masi terus melakukan proses pekerjaan tinggal beberapa tahap lagi sudah dapat selesai.
Targetnya pembangunan ini sudah bisa selesai dalam bulan ini, kalau dengan 3 tahap terakhir yang saya bilang seperti pemasangan keramik, lalu pembenahan drainase dan finishing yang sisa itu, maka sudah bisa ditempati. Pungkasnya (V374)
