Menampilkan: 1 - 10 dari 13 HASIL
Berita Kecelakaan

Sopir Angkot Hila Tabrak Tugu, Akibat Pengaruh Alkhol

Ambonberitasumbernews.com – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Dr. Kayadoe, kawasan Tugu Dolan, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, pada Jumat malam, 5 Desember 2025, sekitar pukul 21.15 WIT. Sebuah angkot jurusan Hila dengan nomor polisi DE 1077 LU menabrak tugu setelah pengemudinya kehilangan kendali. Pengemudi angkot, Ali Zainal Abidin Mahu (28), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Haulussy Kota Ambon. Dua penumpang, Hardi Rabby Launuru (22) dan Argam Atamimi, juga terlibat dalam kecelakaan ini. Hardi diamankan di Pos Polisi Batu Gantong, sementara Argam melarikan diri. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan.

Korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Dr. Kayadoe, Kudamati, Ambon, telah diidentifikasi sebagai Ali Zainal Abidin Mahu (28), warga Seith, Leihitu, Maluku Tengah. Ia mengemudikan angkot jurusan Hila dengan nomor polisi DE 1077 LU yang menabrak tugu di Tugu Dolan. Dua penumpang lainnya adalah Hardi Rabby Launuru (22), warga Hila, Leihitu, yang selamat dan diamankan di Pos Polisi Batu Gantung, serta Argam Atamimi yang melarikan diri. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan.

Keterangan awal menyebutkan bahwa mobil angkot jurusan Hila yang dikemudikan Ali Zainal Abidin Mahu sebelumnya bergerak dari Mardika menuju Kudamati. Sebelum kecelakaan, mereka singgah di rumah kenalan bernama Edo dan diduga mengonsumsi minuman keras jenis sopi sebanyak dua botol. Setelah itu, Ali mengemudikan mobil angkot sendirian, namun kehilangan kendali dan menabrak tugu di Tugu Dolan, menyebabkan kecelakaan fatal.

Setelah minum, korban kembali mengendarai angkot dengan rencana kembali ke Hila. Namun, setibanya di lokasi kejadian, ia diduga kehilangan kendali akibat pengaruh alkohol, sehingga kendaraan keluar jalur ke sisi kiri dan menabrak Tugu Dolan. Korban mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD Haulussy Ambon, namun beberapa saat kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.

Penumpang Hardi Rabby Launuru diamankan di Pos Polisi Batu Gantung untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan. Sementara itu, Argam Atamimi, penumpang lainnya, melarikan diri dan masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Pihak kepolisian telah melakukan tindakan di lokasi kejadian, termasuk dokumentasi, meminta keterangan saksi, dan mengecek kondisi korban di rumah sakit. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. (Chey)

 

Kecelakaan

Personel Polairud dan Warga Waisarissa Evakuasi Korban Tenggelam-

Ambonberitasumbernews.com – Crew Kapal Polisi (KP) XVI -2001 bersama sejumlah warga di Waisarissa, kecamatan Kairatu Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan evakuasi korban tenggelam atas nama Dominggus Simaela alias Ongen, di Puskesmas terdekat di Kamal. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong. Pria 30 tahun ini meninggal dunia, Senin (27/10/2025).

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, kasus ini diketahui setelah mendapatkan laporan orang tenggelam dari masyarakat yang datang di Pos Polair KP-2001 pada pukul 17.15 WIT.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, crew KP-2001 langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian.

Setibanya di TKP, personel Polairud melihat korban telah ditemukan oleh dua orang pelajar yakni AP, 15 Tahun (saksi 1) dan dua kawannya. Tim kemudian bergegas membantu kedua saksi untuk mengevakuasi korban di tepian pantai.

“Saat personel Polair tiba di TKP mereka melihat korban sudah ditemukan oleh saksi 1 dan 2 kawannya. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepi pantai,” ungkapnya.

Di tepian pantai, personel kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang tak sadarkan diri. Personel memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airways), dan memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing).

“Setelah korban sempat bernapas, personel segera melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Kamal guna mendapatkan bantuan medis,” jelasnya.

Setibanya di Puskesmas Kamal, personel Polair beserta warga meminta pertolongan kepada petugas medis. Namun, diduga dengan keterbatasan tenaga medis dan peralatan yang dibutuhkan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum ditemukan tenggalam, saksi 1 yang kala itu sedang duduk di pantai sempat melihat korban sedang berenang. Saksi kemudian menoleh ke belakang karena ada kawannya yang baru datang menggunakan sepeda motor.

Saat kembali melihat ke arah pantai korban yang sebelumnya sedang berenang sudah tidak terlihat. Saksi kemudian sempat memanggil korban dengan meneriakkan namanya “Ongen”.

“Karena tidak melihat korban saksi 1 dan dua kawannya langsung berenang mencari korban. Saat personel Polair datang setelah menerima laporan orang tenggelam, korban sudah ditemukan. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepian pantai,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Maluku menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Ia menyarankan untuk tidak melaut apabila situasi lautan kurang bersahabat.

“Kalau musim ombak, kami berharap agar jangan dulu melaut. Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Utamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai,” ajaknya. (Chey)

Kecelakaan

Tim K-9 Polda Jateng Berhasil Temukan Jenazah Bayi 5 Bulan yang Tertimbun Tanah Longsor

Jakarta. beritasumbernews.com Tim K-9 Polda Jawa Tengah menemukan jenazah bayi berusia 5 bulan yang tertimbun akibat tanah longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bayi itu Bernama Abiyan. Tubuh Abiyan ditemukan dalam keadaan tertutup selendang, di bawah springbed yang tersangkut pohon bambu, dekat aliran air.

Paman Abiyan yang ikut dalam penggalian tersebut tidak mampu menahan tangis saat menyaksikan regu penolong menemukan Abiyan.

“Paman korban menangis histeris saat Abiyan ditemukan. Jenazah langsung dibawa ke posko induk,” ujar Agus Yusuf, anggota SAR Bumi Santri Pekalongan, Kamis (23/1/25).

Sementara ibu Abiyan, juga tewas dalam bencana tersebut. Sedangkan sang ayah, belum diketahui keberadaannya.

Hingga Kamis (23/1), proses pencarian korban longsor dan banjir bandang ini masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Mereka berharap dapat menemukan korban lain yang mungkin masih tertimbun.

Korban meninggal dunia longsor di Petungkriyono, Pekalongan, Jateng, terus bertambah. Hingga Rabu (22/1), jumlah korban longsor Pekalongan yang sudah ditemukan meninggal dunia berjumlah 21 orang, termasuk balita berusia 5 bulan. Sementara 5 orang masih dinyatakan dalam pencarian.(chey)

Kecelakaan

Kapolres Buru kerahkan Operasi Pencarian orang yang Melompat dari Kapal Cantika 8F

Buruberitasumbernews.com Kejadian melompatnya seseorang dari Kapal Cantika 8F pada tanggal 20 Oktober 2024 telah mengundang perhatian masyarakat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIT di laut Buru pada koordinat 03°19762″LS -127°12’00″BT. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan individu tersebut dan menuntut tindakan cepat dari pihak berwenang.

Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, adalah seorang pemimpin yang berkomitmen terhadap keselamatan masyarakat. Beliau memiliki latar belakang yang kuat dalam pengendalian situasi darurat dan penegakan hukum. Peranannya sangat vital dalam mengarahkan operasi pencarian dan memastikan bahwa semua langkah diambil secara efektif dan efisien.

Satuan Polisi Air (Sat Pol Air) Polres Buru Bersama Basarnas Namlea segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Mereka menggunakan berbagai alat dan sumber daya untuk menemukan orang yang melompat tersebut. Operasi pencarian ini melibatkan penyisiran area sekitar lokasi kejadian dengan seksama

Operasi pencarian berfokus di laut Buru, yang memiliki koordinat yang tepat di 03°19762″LS -127°12’00″BT. Lokasi ini dikenal dengan arus yang kuat, sehingga penyisiran harus dilakukan dengan hati-hati. Tim pencari terus berkoordinasi untuk memastikan cakupan area yang komprehensif

Menurut keterangan bapak JEFTA FALIAND RISAMASU Nachoda KM. CANTIKA LESTARI 8F bahwa pada Hari minggu tanggal 20 oktober 2024 pukul 03.58 Wit, ia mendapat info dari penumpang, jika ada salah satu penumpang KM. CANTIKA LESTARI 8F yang lompat dilaut, seketika itu juga Nachoda Kapal menanyakan beberapa penumpang yang melihat kejadian tersebut. Setelah memastikan bahwa informasi tersebut betul, nahkoda kapal mengarahkan piket juru mudi melakukan pencarian disekitar lokasi kejadian dengan memutar haluan kapal mengitari lokasi kejadian, karena tidak menemukan korban, kapal melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan Namlea Kab Buru

Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan, dan tim belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Komunikasi dengan masyarakat lokal juga diperkuat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Langkah selanjutnya akan menentukan apakah metode pencarian lain diperlukan untuk meningkatkan kemungkinan penemuan korban.

Sementara itu Sat Reskrim akan menganbil Keterangan Kepada Nahkoda Kapal Cantika 8F serta para ABK kapal yang jaga pada saat kejadian(chey21)

Kecelakaan

Reaksi cepat Polsek Selaru bersama Warga selamatkan korban kecelakaan laut

Selaruberitasumbernews.com – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar; Polsek Selaru bersama Warga setempat berhasil mengevakuasi korban kecelakaan laut terhadap Kapal Kayu, KM Dausa KW kecil yang tenggelam di selat perairan Egron, Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kejadian tersebut bermula ketika KM. Dausa KW kecil bertolak dari Pelabuhan Tutukratu Desa Adaut menuju ke Pelabuhan Saumlaki, Kamis (12/09/24) sekitar Pukul 07.30 WIT. Namun ditengah-tengah perjalanan, terdapat angin kencang disertai gelombang yang tinggi.

Akibat dihantam gelombang yang tinggi, sehingga mengakibatkan air laut masuk melalui bagian belakang Kapal kayu KM. Dausa KW kecil dan nahasnya Kapal tersebut pun tenggelam pada Selat Perairan Egron, Petuanan Desa Adaut, Kecamatan Selaru.

Berdasarkan keterangan yang diterima selain menghadapi cuaca yang ekstrim, salah satu faktor tenggelamnya KM Dausa KW kecil ini diduga akibat dari muatan yang sudah melebihi kapasitas. Bahkan sebelumnya sudah diperingati oleh pihak Syahbandar dan KP3 di Pelabuhan Adaut agar proses muatan barang diatas Kapal tidak boleh melebih kapasitas, mengingat saat ini kondisi cuaca sering berubah-ubah.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP UMAR WIJAYA, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Selaru Iptu S. I. SABARLELE membenarkan bahwa, pihaknya telah melakukan evakuasi dengan dibantu Warga setempat menggunakan Kapal Motor milik Masyarakat, usai menerima laporan terjadinya kecelakaan laut berupa tenggelamnya KM Dausa KW kecil di Selat Perairan Egron. Yang mana, jarak yang ditempuh dari pelabuhan Tutukratu Desa Adaut kearah selatan Perairan Egron tersebut kurang lebih berjarak 1,5 Mil.

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Para Penumpang yang berjumlah kurang lebih sekitar 16 (enam belas) Orang, ditambah 4 (empat) Orang Nahkoda dan ABK kapal, seluruhnya dapat diselamatkan” terang Kapolsek.

Namun, sambung Iptu S. I. SABARLELE, Kejadian tersebut menimbulkan kerugian Materil berupa 1 (satu) unit Motor laut KM Dausa kecil yang bermuatan Kopra yang berjumlah kurang lebih 3 (tiga) Ton, Karung berisi Rumput Laut kurang lebih 1 (satu) Ton, hingga muatan lainnya milik Perusahaan Windu berupa peralatan yang pernah digunakan untuk beroperasi membangun jalan pada Kecamatan Selaru.

Selain itu, Kapolsek pun menyampaikan terima kasih kepada Masyarakat yang turut serta membantu Kepolisian dalam melakukan evakuasi terhadap Korban yang mengalami kecelakaan di laut, meskipun diterpa cuaca yang ekstrim. Ia juga menghimbau dan mengajak Masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim maupun tidak mengangkut muatan yang melebihi kapasitas ketika melakukan pelayaran, menurutnya hal ini penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan demi keselamatan bersama.(Chey21)

Kecelakaan

Jumlah Santunan Menurun, Dirut Jasa Raharja Ungkap EfektivitasProgram Keselamatan dan Penanganan

Jakartaberitasumbernews.com Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Primajasa

dengan dua kendaraan minibus di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 58 B,
Karawang, pada Senin, 08 April 2024 lalu, telah menimbulkan duka yang mendalam.

Akibat musibah itu menyebabkan total korban meninggal dunia sebanyak 12 orang.
Dari 12 korban, satu korban atas nama Najwa Ghefira, berhasil diidentifikasi di hari
yang sama pasca-kejadian, dan santunannya diserahkan kepada ahli waris pada hari
itu juga. Sementara 11 korban lainnya, berhasil diidentifikasi Tim DVI Polri pada Senin,
15 April 2024, yang kemudian diikuti dengan penyerahan santunan secara simbolis
oleh Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana kepada para ahli waris
korban.
Rincian data seluruh korban yang berhasil diidentifikasi diumumkan dalam konferensi
pers yang dipimpin oleh Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu
Andiko, sebelum penyerahan jenazah. Sementara itu, 2 korban luka-luka telah
menerima surat jaminan Jasa Raharja di RS Rosela, Karawang.

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa seluruh
korban kecelakaan tersebut terjamin UU 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan
Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan RI
No.16 Tahun 2017, korban meninggal dunia berhak menerima santunan sebesar
Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris sah.
“Sementara korban luka-luka
diberikan santunan maksimal Rp20 juta untuk penggantian biaya perawatan medis di
RS, termasuk biaya ambulans dan P3K,” ujarnya.

Musibah lain yang terjadi adalah kecelakaan tunggal bus Rosalia Indah di KM 370 A
Ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 11 April 2024. Kecelakaan
ini mengakibatkan 7 korban meninggal dunia dan 24 korban luka-luka. Jasa Raharja
telah menyerahkan santunan kepada 7 ahli waris korban pada H+1 setelah kejadian.
Sedangkan untuk 24 korban luka-luka, Jasa Raharja telah mengeluarkan surat
jaminan ke rumah sakit, yaitu 20 korban di RS Kendal dan 4 korban di RS Hermina
Solo.

Menurut Rivan, kesiapan dan efisiensi penyerahan santunan ini dapat terjadi karena
kesigapan seluruh petugas Jasa Raharja di daerah yang selalu siaga dan aktif selama
pengamanan Lebaran Idulfitri 2024/1445 H. Mereka berkoordinasi dengan seluruh
stakeholder di setiap Posko Pengamanan PAM Lebaran untuk memastikan
kelancaran, ketertiban, dan pencegahan kecelakaan lalu lintas selama musim mudik.
“Jasa Raharja juga secara proaktif memonitor kejadian kecelakaan untuk
menindaklanjuti dengan cepat dan tepat, serta menerbitkan surat jaminan bagi korban yang dirawat di rumah sakit,” tambahnya.

Selama periode PAM Lebaran 2024 (4-16 April 2024), Jasa Raharja mencatat
santunan yang diserahkan sejumlah Rp30,72 miliar, turun 6,88 persen dibandingkan
periode PAM Lebaran tahun sebelumnya (18-30 April 2023) yang mencapai Rp32,98
miliar. “Data ini mengindikasikan adanya penurunan fatalitas korban laka sebagai
akibat dari peningkatan efektivitas program keselamatan transportasi selama periode
PAM Lebaran 2024, pengawasan dan penegakan hukum, serta penanganan korban
laka secara cepat dan tepat,” papar Rivan.

Guna mendorong kesuksesan PAM Lebaran tahun ini, Jasa Raharja juga mengambil
langkah strategis lainnya, seperti kesiapsiagaan pelayanan 2000 personel Jasa
Raharja di 29 Kantor Cabang di seluruh Indonesia, pengoperasian Mobil Unit
Keselamatan Lalu Lintas di 92 Cabang dan Perwakilan, serta kontribusi aktif terhadap
22 Pos Pelayanan Terpadu di wilayah Jawa dan Sumatera.

Selain itu, Jasa Raharja
juga melakukan pemasangan spanduk di 5200 titik lokasi dan menyelenggarakan
program Mudik Asyik Bersama BUMN 2024.
Sebagai koordinator Program Mudik Asyik Bersama BUMN 2024, Jasa Raharja
berhasil memberangkatkan 94.753 pemudik ke sejumlah wilayah dengan 1.536
armada bus, 60 armada kereta api, dan 30 armada kapal laut.

“Program ini bertujuan
untuk mengalihkan pemudik yang menggunakan sepeda motor, sehingga dapat
mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan,” ucap Rivan.
Jasa Raharja terus mengingatkan pengguna jalan agar selalu waspada dan berhati-
hati. Imbauan juga dilakukan kepada pemudik untuk mempersiapkan kendaraan dan
kondisi fisik yang prima, serta mematuhi aturan lalu lintas.

“Jasa Raharja juga terus
mengingatkan penyelenggara transportasi umum untuk membayarkan dana
pertanggungan wajib kecelakaan penumpang sesuai dengan peraturan yang berlaku
untuk memastikan keterjaminan penumpang,” imbuh Rivan.(Bs)

 

Kecelakaan

Mobil Terbalik Di Gunung Malintang SBB,17 Orang Korban

SBBberitasumbernews.com   Terjadi kecelakaan lalu lintas di lokasi gunung Malintang Desa Piru, Kec.Seram Barat, Kab. SBB pukul 14 : 00 Wit siang tadi, yang di alami oleh mobil Mobil Pick Up Suzuki Carry No. Pol : DE 8240 G Warna Hitam. Kamis 11/04/2024

Mobil Pick Up Suzuki Carry No. Pol : DE 8240 G Warna Hitam dengan pengemudi Sudin Hasan (40), dan mobil tersebut akibat terjadi kecelakaan tersebut,  17 orang yang menumpanginya alami luka – luka.

Korban – korban kecelakaan tersebut yakni” Wa Emi (49) mengalami luka lecet pada tangan kanan dan rasa sakit pada bahu kanan, Wa Saleha (47) mengalami luka lecet pada tangan kanan dan benturan pada kepala kanan, Ratna (44) luka lecet, Sartini Sam (26) mengalami luka lecet pada tangan kiri.

Kemudian anak kecil berusia 4 tahun Lut sandi kalderat tidak di dapati luka, Iksan (12) Mengalami Luka lecet pada tangan sebelah kiri dan kanan,luka lecet pada kepala sebelah kiri,luka lecet pada lutut kiri dan kanan, Muhammad samal (54) Mengalami benturan pada kepala sebelah kiri bengkak,luka pada jari kiri dan kanan,luka lecet pada siku kiri.

Selain itu Samsia Drakel (47) Mengalami benturan pada kepala sebelah kiri bengkak,luka pada jari kiri dan kanan,luka lecet pada siku kiri, Farel paplia (7) Mengalami luka lecet pada wajah, La Arju (49) Mengalami luka lecet pada siku kiri dan kanan,luka lecet pada kepala sebelah kanan (bengkak), Wa Ati (45) Mengalami benturan pada kaki dan tangan sebelah kanan, Anisa waliulu (18) Mengalami benturan kepala,dan luka lecet pada tangan kiri, Djusni Samsudin (50) Mengalami luka pada tangan kiri, bengkak pada pelipis kiri, Wa Salma (49) Mengalami Keluar darah dari telinga kanan.

Selain itu, Wa Fatma (52) mengalami luka lecet pada bahu kanan, Nurbaya (50) luka berat / mengalami benturan dan luka robek pada bagian belakang kepala serta luka lecet pada tangan kanan, Ira yang luka berat / mengalami benturan dan luka robek pada bagian kepala serta luka lecet pada tangan kanan dan tidak sadarkan diri (penurunan kesadaran).

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun awak Media ini, dari kronologis kejadian di dapati bahwa” kecelakaan tunggal Mobil Pick Up Suzuki Carry No. Pol : DE 8240 G Warna Hitam dimana kecelakaan berawal dari pengemudi bersama 17 (tujuh belas) orang penumpang bergerak dari arah Dusun Katapang, Desa Lokki menuju Dusun Pulau Osi.

Sesampainya di TKP pengemudi merasa penglihatan terganggu sehingga Mobil hilang kendali kearah kanan jalan.

Seketika pengemudi mobil merubah ke jalur kiri sehingga mengakibatkan Mobil terbalik, dan Akibat dari kecelakaan tersebut, pengemudi mobil serta 16 (enam belas) penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Piru guna mendapat perawatan medis.

Informasi sementara yang di himpun Media ini di ketahui Pengemudi Mobil Pick Up Suzuki Carry No. Pol : DE 8240 G Warna Hitam kurang berhati-hati dalam mengemudikan kendaraannya. (Chey)

Kecelakaan

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kecelakaan di Km 370 A Tol Batang,Semarang

Jakarta – beritasumbernews.com Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono,
menyampaikan, seluruh penumpang yang menjadi korban kecelakaan bus Rosalia Indah di Km 370 A Tol Batang – Semarang, Jawa Tengah, terjamin Jasa Raharja.
Kepastian jaminan tersebut disampaikan Rivan saat melakukan survei ke lokasi
kejadian bersama Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si, pada Kamis (11/04/2024).
Seluruh korban terjamin UU No 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib
Kecelakaan Penumpang. Sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun 2017, korban meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp 50 juta yang diserahkan kepada ahli waris sah. Sementara korban luka-luka mendapat jaminan
biaya perawatan sebesar maksimal Rp20 juta yang dibayarkan kepada pihak rumah sakit tempat korban dirawat.
Santunan tersebut merupakan bentuk perlindungan dasar sebagai salah satu wujud
kehadiran negara terhadap masyarakat melalui peran Jasa Raharja. “Kami turut
prihatin dan berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan
mendapat ketabahan, dan seluruh korban yang sedang mendapat perawatan segera
disembuhkan seperti sedia kala,” ungkap Rivan.
Jasa Raharja terus mengingatkan para pengguna jalan raya agar senantiasa waspada
dan berhati-hati. Kepada penyelenggara angkutan umum, juga diimbau untuk
memastikan armada yang digunakan dalam keadaan baik, serta pengemudi dengan kondisi yang fit. “Kami juga mengingatkan kepada para awak angkutan umum agar segera berhenti jika merasa lelah atau mengantuk. Kepada penumpang, kami juga
mengimbau untuk memastikan memiliki tiket yang sah dan menggunakan jasa angkutan umum yang resmi untuk keamanan, kenyamanan, dan kepastian jaminan,” imbuhnya.
Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar pukul 06.35 WIB di Km 370 A atau ruas Tol Batang-Semarang. Angkutan umum berpenumpang sekitar 34 orang itu masuk ke
parit sepanjang 200 meter. Akibat musibah tersebut 7 orang meninggal dunia dan
belasan orang mengalami luka. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSI Kendal.(**)

Kecelakaan

Nelayan dilaporkan hilang, Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar yang tergabung dalam Tim SAR lakukan pencarian

Polres Tanimbarberitasumbernews.com Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, salah satu Nelayan bernama EDEL TUATANASY (26) dilaporkan hilang di Perairan Pulau Matakus, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Tim SAR gabungan tengah diturunkan untuk melakukan pencarian.

Diketahui sebelumnya Korban dilaporkan hilang oleh salah satu rekannya bernama YOSEPH LAMERI kepada Basarnas bahwa pada hari Senin, sekira Pukul 01.00 WIT telah terjadi kecelakaan laut serta perahu hilang Kontak, dengan jenis kejadian kondisi yang membahayakan Manusia.

Adapun kronologi Kejadian tersebut bermula ketika korban bersama 3 orang rekannya yaitu DEDY, KALENG dan YOSEPH pergi memancing pada Perairan Matakus di bagian timur (Selat antara Pulau Matakus dan Pulau Astubun) pada hari Minggu tanggal 10 Maret 2024, sekitar Pukul 18.00 WIT. mereka berempat pergi memancing dengan menggunakan perahunya masing-masing.

Setelah tiba pada lokasi yang dituju, mereka berempat berpencar mencari posisi mancingnya masing-masing, hanya lampu senter yang menjadi penanda di setiap perahu mereka sehingga satu sama lain masih bisa saling memantau. Namuncuaca tiba-tiba berubah menjadi ekstrim akibat angin dan gelombang datang sehingga jarak pandang mereka pun terbatas, masing-masing dari mereka berusaha untuk mengamankan diri serta perahu masing-masing seraya memantau keadaan yang lain.

Keesokan harinya pada Hari Senin, sekira pukul 040.0 WIT dan Pukul 07.00 WIT ketiga rekannya berhasil tiba di Saumlaki, namun setelah mengecek keberdaan korban, yang bersangkutan belum juga kembali hingga sampai dengan Berita ini dibuat, belum juga terkonfirmasi keberadaan Korban.

Atas informasi yang diterima sehingga Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar bersama Basarnas yang tergabung dalam Tim SAR melakukan pencarian terhadap Korban pada hari Senin, tanggal 11 Maret 2024 sekira Pukul 16.00 WIT dengan menggunakan Armada Kapal KL 2009 milik Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar.

Sampai dengan saat ini, Selasa (12/03/24) korban masih belum ditemukan namun Tim SAR gabungan masih terus berupaya untuk melakukan pencarian. Kondisi cuaca pada saat proses pencarian terhadap korban yaitu terjadi hujan ringan dengan tinggi gelombang mencapai hingga 3 meter.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP UMAR WIJAYA, S.I.K., melalui Kasat Polairud Ipda A. MIKIN mengatakan bahwa sampai saat ini proses pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan Tim Rescue Basarnas Kepulauan Tanimbar beserta Personel Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar.

“Korban masih belum ditemukan, namun kami (Tim gabungan SAR) akan terus berupaya untuk terus mencari dengan menyisir ke sejumlah lokasi” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasat pun mengimbau kepada seluruh tim gabungan SAR yang terlibat dalam pencarian tersebut agar tetap mengutamakan keselamatan mengingat kondisi cuaca saat ini sering berubah-ubah menjadi ekstrim. Selain itu, ia juga berharap agar korban segera ditemukan.Chey)

Kecelakaan

Hari Ketiga Pencarian, Niksuri Berhasil Ditemukan Tak Bernyawa

Ambon, beritasumbernews.com, Operasi SAR hari ketiga terhadap Niksuri, anak berumur 3 tahun yang jatuh dari kapal KM. SABUK NUSANTARA 106 disekitar perairan Pulau Tayandu dan Pulau Kur, Kab, Maluku Tenggara kembali dilanjutkan.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tual, Bakamla, Polairud Polda Maluku, dan Unsur Masyarakat, sekitar pukul 7 pagi kembali melakukan Ops Pencarian korban, Menggunakan RIB 04, Tim SAR Gabungan bergerak menuju sejumlah titik koordinat sesuai SAR Maps guna melakukan Pencarian.

Tiga jam pencarian, sejauh sekitar 25 NM, pukul 10.20 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari masyarakat bahwa, korban berhasil ditemukan disekitar Pantai Desa Ad, Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara dalam keadaan meninggal dunia.

Pukul 11.55 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil tiba dilokasi penemuan korban, selanjutnya korban berhasil dievakuasi dan dibawa menuju Kota Tual guna diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arif Anwar mengatakan, ” Laporan ini pertama kali diterima Pos SAR Tual dari keluarga korban pada tanggal 24/2 sekitar pukul 12 malam.

Dilaporkan satu orang anak jatuh dari Kapal KM. Sabuk Nusantara 106 disekitar Perairan Pulau Tayandu, Kab, Maluku Tenggara. Korban bersama ayahnya berangkat dari Kota Tual menuju Pulau Teor Kab, SBT. Kejadian ini adalah murni kelalaian orang tua yang tertidur di Relling lambung kanan kapal sehingga menyebabkan korban terjatuh. Hingga Ops SAR hari pertama dan kedua dilakukan korban belum berhasil ditemukan.

Barulah dihari ketiga korban ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Ujarnya”

Dengan ditemukannya korban, maka Ops SAR resmi ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terimakasih. (Red)

[instagram-feed]