Ambon,beritasumbernews.com
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar pengukuhan Guru Besar Fakultas FKIP yang ke XVI, yang mana telah mengukuhkan Prof. Dr.Camelia Papilaya.M.Pd.
Dalam keterangannya Prof. Dr. Izaak Hendrik Wenno.Spd.Mpd.kepada wartawan media ini kemarin di Ambon menyampaikan bahwa” pihaknya bersyukur bahwa dengan adanya pengukuhan satu guru besar di FKIP sangat mendukung pengembangan fakultas ke depan, dan peningkatan sumber daya Manusia yang lebih berkualitas.
Tambahnya” dari level kepala ke guru besar di FKIP sudah ada 16 orang, dengan harapan untuk rektor ke depannya nanti yang ada di FKIP dari 96 doktor yang sudah ada, akan di dorong dalam tahun ini tambah lagi 3. Sebut Wenno
Lanjut Dia” ada 5 calon guru besar di tahun depan dan sebenarnya akan ada 10 calon Guru besar yang akan di usulkan sehingga di dua tahun ini bisa mencapai 15 guru besar. Terang Wenno
Menurutnya” sehingga dengan adanya penambahan guru besar maka akan ada peningkatan ilmu apalagi hari ini dengan adanya pengukuhan satu guru besar kiranya bisa mendorong ilmu kependidikan pada fakultas FKIP kususnya pendidikan biologi di Maluku. Jelas Wenno
Kata Wenno” pendidikan biologi itu adalah salah satu pendidikan bidang studi di pendidikan MIPA yang memiliki guru besar itu sudah 4 orang dengan harapan bertambah satu lagi nanti sehingga guru besar di pendidikan biologi bisa 5 orang. Ucap Wenno
Selain itu Wenno menambahkan juga” harapan pihaknya juga bahwa hal ini bisa mendorong dosen – dosen besar yang ada di perguruan tinggi FKIP agar bisa sama dengan program studi biologi. Ujarnya
Fakultas juga menginginkan agar dosen – dosen yang ada bisa mengusulkan guru besar lagi, demi peningkatan sumber daya manusia karena pihaknya adalah fakultas besar di universitas Pattimura dengan memiliki jumlah dosen 241 dengan jumlah Mahasiswa itu hampir mencapai 7000 lebih sehingga pihaknya terus berharap dan terus mendorong guna peningkatan sumber daya manusia.
Wenno pun memaparkan rentetan peningkatan di fakultas FKIP yang mana kata dia bahwa mulai dari asisten ahli ke rektor, dan dari rektor ke rektor kepala, kemudian dari rektor kepala ke guru besar.
Tambah Wenno” terkait mahasiswa yang namanya kategori cuti itu kurang lebih 3000 an karena total mahasiswa ada 10.000 lebih, dengan harapannya pada mahasiswa yang cuti mulai sejak 2014 masih bisa di beri kesempatan sampai 31 Desember 2021. Tutur Wenno
Namun jika yang cuti itu diatas angkatan 2013 maka itu pihaknya merasa sudah tidak bisa lagi, dan harapannya agar mahasiswa itu jangan sampai tingkat DO, namun bagaimana bisa memperbaiki, sedangkan yang sudah wisuda 2020 dan 2021 baru 900 orang.
Sedangkan mahasiswa baru saat ini sebanyak 1.363 orang sehingga yang cuti, akuinya diatas 3000 lebih bahkan ada yang sudah tidak ada informasi terkait dengan perkembangan study, sehingga kalau dia cuti berarti harusnya melapor tetapi kalau yang tidak cuti itu berarti persoalan, apalagi masa cutinya 2014 itu sudah mau selesai.
Akhir kata Wenno katakan pula bahwa masa cuti sebenarnya berakhir pada eq Agustus namun di perpanjang sampai 31 Desember 2021 nanti. Tutup Wenno (chey)
