Ambon,beritasumbernews.com,SMAN 13 Ambon memiliki peserta ujian tahun 2021 – 2022 kurang lebih ada 496 siswa dan siswi, dan dari 496 siswa itu secara kolaborasi mengikuti ujian Nasional dengan menempati ruang – ruang ujian yang di awasi oleh 2 orang Guru pengawas.

Hal ini di sampaikan oleh Kepsek SMAN 13 Ambon Didi Karsidi.S.Pd, di ruang kerjanya siang tadi kepada wartawan beritasumbernews.com sekitar pukul 14 : 00 Wit. Selasa 22/03/2022

Menurut Karsidi” perlu disampaikan mekanisme ujian sekolah di SMA Negeri 13 Ambon mungkin hampir sama dengan sekolah-sekolah lain, Kita tatap muka namun berbasis IT digitalisasi sekolah. Ungkap Karsidi

”Jadi kata Karsidi” tatap muka mereka datang diawasi oleh 2 orang namun tekniknya itu menggunakan android, mereka kerja buka link yang diberikan oleh operator dan dikendalikan oleh masing-masing Wali Kelas di Lab dan siswanya di ruang-ruang ujian yang berisi 20 orang dalam satu ruang sehingga kita tidak berbasis kertas, pensil, Yang ada kita bukan buka sampul tetapi buka link.

Dan ujian Nasional dengan sistim IT ini sudah di buka secara resmi oleh saya sendiri selaku Kepala Sekolah kemarin, dan secara Resmi di buka Link perdana di buka Senin pagi kemarin. Terang Karsidi

Dikatakan juga oleh Karsidi” mengapa harus tertib, mulai membiasakan penggunaan digitalisasi di sekolah ini baik dalam proses pembelajaran maupun penilaian atau manajemen sekolah baik manejemen kelas maupun sekolah. Jelas Karsidi

Manejemen kelas tentunya oleh wali kelas dilevel kelas atau Guru Mapel sedangkan manajemen sekolah berarti di tingkat sekolah, mulai diterapkan sudah saya sampaikan kepada anak-anak harus siap kita paradigma baru ini salah satu program sekolah penggerak salah satunya juga adalah digitalisasi sekolah. Ujar Karsidi

”Sudah dimulai selama tiga empat hari saya berada di Makasar kemarin tanggal 15 sampai 18 Maret kegiatan sekolah penggerak. Dibulan Mei juga mungkin ada kegiatan lagi untuk latihan komite pembelajarannya. Pungkasnya

Pasalnya” Ada beberapa intervensi nantinya di sekolah kita salah satunya intervensinya tentunya adalah peningkatan sumber daya gurunya perubahan maindshatnya, perubahan cara berpikirnya paradigma berpikirnya , intervensi pada penerapan kurikulum mereka belajar terutama intervensi digitalisasi sekolah nanti ada juga pendampingan dan seterusnya,
ini harus sudah kita mulai, dimulai dari ujian sekolah sudah diterapkan seperti itu, paparnya

Ditambahkan juga, ujian sekolah tentunya kita mengacu pada standar kompetensi lulusan yang ada dan ditetapkan pada standar kompetensi lulusan SKL.

Itu ada item-itemnya dibricdown diurai menjadi sebuah kisi-kisi ujian sekolah lalu diturunkan lagi menjadi soal ujian sekolah.

”Jadi semua sekolah secara independen atas inisiatif sekolah masing-masing pada guru Mapelnya masing-masing mengembangkan SKL menjadi kisi-kisi menjadi soal. Ucap Karsidi

Lanjutnya” Kita usahakan soal yang kita hasilkan tersebut adalah soal yang menuntut penalaran tinggi, konstruksi yang dibangun konstruksi soalnya, model soal AKM yang berbasis penalaran dengan stimulus-stimulus yang berbasis realita agar anak tersebut antara sekolah dengan dunia nyata diluar sekolah itu bisa nyambung,” Sebutnya

Jumlah peserta ujian sambung Karsidi, 496 Peserta, pengawas ruang ujian satu ruang 2 dikalikan 26 ruang berjumlah 52 pengawas ditambah Roktor 15, teknisi dan Panitia semuanya lengkap.

Semua diberdayakan dan kebagian fungsi kecuali ada beberapa yang memang tidak kebagian fungsi dikarenakan pertimbangan senioritas atau yang kurang fit kondisinya, Tutur Karsidi

Karsidi juga mengatakan bahwa, kita berbagi tanggungjawab
Mana yang menjadi tanggungjawab sekolah dan mana yang menjadi tanggungjawab orang tua.
Kita bertanggungjawab untuk membiayai misalnya, WiFi sekolah, membiayai proktornya, teknisinya maupun pengawasnya, panitianya semuanya kita biayai menggunakan dana bos nantinya. Jelas Karsidi

Untuk wilayah, orangtua bertanggung jawab untuk melihat anaknya, misalnya pastikan anaknya memiliki HP. Alhamdulillah biasanya daring mereka memiliki HP semua dan pastikan mereka memiliki paket data dan batereinya penuh. Ujar Karsidi

Itu berarti ada partisipasi dari orangtua, ada keterlibatan, karena kalau semua dihendel oleh sekolah juga itu tidak baik sengaja saya berbagi tanggungjawab, ia juga menegaskan bahwa tidak ada pungutan dan sumber dana yang lain hanya dana bos, dan jika dana bos tidak jalan berarti dana talangan. Tutup Karsidi