Ambon,beritasumbernews.com
Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas, dua SPBU di Kota Ambon mampu melayani pengisian BBM yakni pada SPBU Passo dan SPBU Pohon Pule air mata Cina Ambon.
Hal ini di sampaikan JafryTaihutu Ketua Komisi II usai rapat dengan mitra terkait kemarin di ruang sidang paripurna Kota Ambon kepada awak media menjelaskan bahwa” dalam rapat tadi di lihat hasil ondespot yang mana guna mendengar masukan dari anggota Komisi di tambah dengan dengar masukan dari pengemudi sopir angkot. Rabu 18/08/2021
Kata Taihutu” dari krosing informasi dalam rapat itu bahwa hanya ada dua SPBU yang di tunjuk sebagai konsep atau program langit biru, yaitu pada SPBU Passo dengan SPBU Air Mata Cina. Ungkap Taihutu
Menurutnya” hal tersebut karena memiliki dua alasan yakni” dua SPBU ini dinilai bisa mampu menampung banyak kendaraan baik roda empat maupun roda dua sehingga tidak ada kemacetan, Kemudian juga tergantung daya tampung Tengki minyak dari masing – masing SPBU. Jelas Taihutu
Katanya lagi” harapannya tidak ingin ada monopolisti bukan soal kota pembagiannya namun jika ada sebuah SPBU itu di nyatakan untuk menjual maka itulah alangkah bagusnya, karena kota ini harus di bagi dua yang mana satunya dari kota ke arah luar kota Ambon maka pengisiannya di Passo dan layani dalam kota Ambon pengisiannya di Air Mata Cina. Ujar Dia
Pihaknya juga meminta data Bes soal kota BBM untuk 2021 termasuk data realisasinya, sehingga berdasarkan data tersebut maka pihaknya bisa kontrol, karena dalam informasi yang di dapat bahwa penjualan sudah melampaui kota. Ujar Taihutu
Tanya Taihutu” melampaui kota apa jika tidak memiliki data Bes dan itupun bisa di katakan melampaui kota apa jika Dinas Perindagkop kota Ambon hanya memiliki data terakhir yang di berikan Pertamina per 2016, dan sampai sekarang tidak pernah di berikan lagi. Sebut Taihutu
Sehingga kata dia bahwa” data Bes yang berisikan data kota di tambah dengan data realisasi itu harus benar – benar ada, kemudian pihaknya juga akan lansung turun ke lapangan guna memastikan.
Hal tersebut dikatakan Taihutu bahwa ternyata SPBU nelayan ini ada di SPBU Eri yang mana semua orang sedang disibukan dengan pengisian BBM pada mobil angkot namun lupa bahwa ternyata kebutuhan ikan di pasar pun juga menuntut. Terang Taihutu
Hal tersebut di katakannya karena” kontribusi restoran di Ambon ini cukup banyak di dapati orang makan ikan, sementara SPBU Nelayan ini sangat kurang, sehingga aspek ini juga perlu di lihat sehingga semua Sekmen hasil masyarakat itu ada. Tutur Taihutu
Kemudian juga ada pikiran rrkomendatif ke DPRD, sehingga sekiranya jika premium itu di batasi dan di hilangkan sama sekali maka dan di tambah dengan pertalite maka barang tentu beresiko pada arektati antar kota dan antar provinsi.
Sehingga harapan besarnya premium ini tetap jalan karena regulasinya kan ada di Jakarta, beber Taihutu, yang mana menurutnya juga bahwa di Ambon hanyalah otator yang selalu menjalankan perintah keputusan dari Jakarta. Ujarnya
(Ona)
