Wahai,beritasumbernews.com
Demikian penjelasan, Camat seram utara Drs. MA Alidrus.Ap yang di rilis oleh media online beritasumbernews com saat di kediaman-nya pada tanggal 20 agustus 2021, kata” Alidrus rusak Bangunan kantor camat itu sudah cukup lama rusak.
Kata Alidrus” mulai dari tahun 2014 atau aksi/demo dari masyarakat kecamatan seram utara menuntut untuk pemekaran kecamatan seram utara menjadi kabupaten hingga terjadi kekacaoan masyarakat seram utara berujung di bakarnya kantor camat.
Menurut Camat” dari aksi itulah mengakibatkan tiga Kantor Camat di Seram Utara hangus terbakar yakni” kantor camat seram utara, kantor camat seram utara timur kobi dan kantor camat seram utara timur seti, serta perumahan- perumahan camat”. Ungkap camat
Camat mengatakan” hingga saat ini belum ada perhatian dari pemda maluku tengah terhadap kerusakan kantor camat seram utara dan bangunan perumahan tempat tinggal camat, saya selaku camat sudah perna menyuarakan kerusakan bangun tersebut tetapi sama saja belum ada perhatian dari pendah. Ujar Camat
Tambah camat” selama ini saya bersama istri hanya tinggal di penginapan berhubung tidak ada perumahan rumah camat, sudah mendekati 16 tahun dan juga baru kini saya rehap rumah orang yang sudah lama untuk saya bersama istri dan anak untuk tinggal. Cetus Camat Keluh
Selain Camat, Istri Camat pun menambahkan” saya selaku seorang istri camat dengan jabatan ketua PKK kecamatan. seram utara, mengakui” dengan adanya keadaan kami belum ada tempat seperti yang di harapkan selama ini untuk bersama keluarga di sebuah rumah camat bersama keluarga sampai pada saat ini. Ujar Istri Camat
Di katakannya pula” sudah bertahun iya bersama suaminya hanya tinggal di penginapan, Kadang kami bayar penginapan harian kadang kami bayar peginapan bulanan, anggaran kami cukup banyak keluar dari Kantong pribadi, hanya mau mengabdi dengan ketulusan hati kami terhadap masyarakat kecamatan Serama Utara. Tutur istri Camat
Secara Pribadi ia hanya bisa berharap pihak Pemda Malteng bisa membuka mata dan telinga agar melihat realita di Kecamatan Seram Utara. Harapnya
(Adri)
