Karpan,beritasumbernews.com
Baru di selesaikan dari 53 , itu adalah 16 titik jadi masih kurang,
Dari 16 titik itu masih kurang 40 sekian titik lagi yang harus di selesaikan oleh PT PLN.
Terkendalahnya adalah pemotongan anggaran yang luar biasa yang di lakukan oleh pemerintah pusat. Senin 23/08/2021
Dengan regorasi juga,yang dibuat di pusat yang menghendaki PT PLN, harus memakai gas,Namun ada kesusukan bagi Maluku yaitu bisa memakai disel,itulah yang di koordinasikan oleh Gubernur Maluku Murat Ismail bersama Mentri (SDM) mudah mudahan PLN bisa melakukan ini dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Yang tadi menjadi rapat itu karna ade ade dari HMI,pasir putih yang jumblahnya kurang lebih 578 kk,
578 kk itu kurang lebih adalah seribuan atau duaribuan lebihlah,yang sampai saat ini belum mendapatkan listrik.
Ini menjadi tuntutan dan harapan sehingga penekanan tadi kepada pihak PT PLN di dalam kebijakan pada tahun 2022 itu mereka masuk dalam perencanaan listrik, menyalah di 2022. Ungkap Saodah Tuanakotta Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku kemarin pada Wartawan di ambon
Kata Saodah” Sehingga keinginan masyarakat melalui HMI itu bisa terialisasi, jadi bukan buru saja, Tapi Maluku hampir sebagian besar belum teraliri listrik secara baik, perlahan lahan kita menata untuk maluku bisa tetaliri, jadi ini perlu kerja sama bukan saja pihak PLN, tapi Pemerintah daerah juga harus berfokus pada tugas dan infoksinya. Ujar Saodaah.
Saodah menambahkan” Dinas SDM juga harus terus berkoordinasi, Pemerintah daerah juga harus berkoordinasi, Kebutuhan Maluku ini harus seperti apa, Kita tau bahwa kita punya daerah ini sulit untuk membangun segala sesuatu,
Itu sangat sulit sekali, karna ada pegunungan, ada pulau pulau yang sulit di jangkau dengan baik. Ungkap Saodah
Pasalnya” Contoh kita di Aru,
Aru itu yang menyalah cuma di Dobo,di pulau pulau itu listrik sudah tidak ada, maka itu kalau di samakan dengan daerah daerah kontenenpal itu susah sekali, Daerah jawa membangun listrik itu gampang. Kata Saodah
Tambahnya” Tapi pembangunam listrik di daerah Maluku ini butuh waktu,waktu yang panjang 76 tahum Indonesia Merdeka ini , daerah daerah belum melaksanakan listrik dengan baik. Sesal Saodah
Kata dia” Mudah mudahan ada kebijakan dari pemerintah pusat berbaik hati untuk terus memperhatikan maluku, Kemarin 60 mega what itu di Fokuskan pada kota Ambon. Sebut Saodah
Lanjutnya” Yang kemarin ada bantuan pemerintah pusat itu 60 mega what, itu hanya bisa mengaliri kota Ambon dan sekitarnya, sehingga di daerah daerah lain yang membutuhkan disel ini, Itu harus ada kebijakan lagi entah itu pengadaan dari pihak PT. PLN atau pun pengedaan dari pemerintah daerah, ini yang di namakan kerja sama. Tutup Saodah (Chey)
