Malteng,beritasumbernews.com
Tidak ada perhatian dinas pendikan maluku tengah kepada SMP negeri 5 seram utara timur kobi.
Hal ini di ungkapkan Yakoba Tamala selaku Pns di smp negeri 5 seram utara timur kobi saat di temui media ini pada tanggal 23 september 2021 di ruangannya menjelaskan bahwa selama ini tidak ada guru dan bangunan sekolah di SMP negeri 5 seram utara timur kobi kabupaten maluku tengah propinsi maluku
Yakoba Tamala menjelaskan bahwa di SMP negeri 5 tidak ada guru yang ada disini itu hanya tenaga adminitrasi tapi mereka punya tugas itu ganda, itu adalah pns 4 tetapi itu tenaga adminitrasi bukan guru, sementara yang honor 4 orang berarti di smp ini belum ada guru, yang ada hanya guru honor. Ungkapnya
Yaboka menambahkan” kami punya kekurangan di sekolah ini masih banyak, kami masih bergabung dengan SD negeri siahari dikarenakan tidak ada bangunan, kata yakoba yang mejabat di SD negeri siahari masih pejabat yaitu pak ilela, sementara SMP negeri 5 seram utara belum ada kepala sekolah.
Ungkap yakoba” saya hanya di kasih kepercayaan oleh pak alwi kepala UPTD kecamatan seram utara timur kobi sebagai kepala sekola tetapi penetapan atau SK kepala sekolah belum ada. Beber Yakoba
Saya hanya merasa bertanggungjawab kepada sekolah ini dan kami guru SMP dan guru SD masih bergabung satu kantor dan satu bangunan dan bekerja sama – sama dan kami merasa diri sebagai anak pribumi jadi kami harus kembangkan sekolah ini, kalau bukan kami lalu siapa lagi yang mau membangun sekolah ini, kalau bukan kami. Tuturnya
Di tambahkan Yakoba Bangunan sekolah hanya satu bangunan kantor saja, sementara bangunan sekolah untuk siswa belajar dan lain sebagainya tidak ada, kantor pun juga kami petak juga untuk sebagian siswa belajar dan itu pun juga masih tertampung dengan barang kantoran dalam kelas.
Pasalnya”seharusnya perlu ada perhatian khusus untuk sekolah SMP negeri 5 seram utara timur kobi ini, karena SMP ini merangkul anak anak pegunungan terlebih kusus daerah maneo dan suku terasin mausu ane yang selama ini belum ada perhatian dari dinas pendidikan dan pemerintah.
Bahkan lisrik pun belum ada, jaringan internet dan jaringan telpon tidak ada, bahkan akses jalan tidak memadai. Ujarnya
(Adri)
