Halut,beritasumbernews.com
Beberapa Warga Masyarakat yang ada di lingkar Tambang perusahan PT Nusa Halmahera Mineral (NHM), keluh dengan sikap NHM yang indikasi tidak memberikan yang terbaik pada warga sekitar lingkar tambang.

Harga Ubi Kayu atau singkong milik beberapa warga lingkar tambang di beli oleh pihak NHM dengan harga rendah yang di anggap oleh Warga harga tersebut tidak sesuai dengan realita harga pasar.

Sementara harga tersebut sesuai dengan Sosialisasi awal oleh pihak NHM akan di beli dengan harga per kilo gram-nya Rp.500, namun kenyataannya pihak NHM beli dengan harga jauh di bawa yakni” Rp 350 per kilo gram-nya.

Hal ini di ungkapkan oleh salah satu petani Ubi Kayu (singkong) Jetris kepada wartawan kemarin di Kao, dari Desa Kukumutuk, Kab Halut. Jumat 22/10/2021

Kata Jetris” produktifitas singkong di lingkar tambang sangat banyak, Dan beberapa petani singkong, bisa menghasilkan 15 sampai 29 ton, bahkan pada tahun 2016 kata Jetris, bersama saudaranya hasil tanaman singkongnya hingga 70 ton dalam satu hamparan. Ungkap Jentris

Terkait hal itu, Jetris menuturkan kekecewaannya terhadap PT NHM yang awalnya memberikan sinyal baik, namun kenyataannya tidak merepresentasikan semangat dari sosialisasi itu, akhirnya singkong (ubi kayu) milik sejumlah petani lingkar tambang, tidak dijual ke perusahaan. Tegasnya

Sementara pimpinan utama pihak NHM yang di kenal dengan nama Haji Rober saat di konfirmasi via Whatsaap ternyata tidak di balas konfirmasi saat di telpon no tidak bisa di hubungi indikasinya no Whatsaap dan no telponnya di seting oleh orang IT sehingga diduga nomornya tidak bisa menerima no lain yang tidak terdaftar ke email-nya.

(Endy-21)