Gulo,beritasumbernews.com
Warga masyarakat Kabupaten Halmahera Utara kini masuk dalam pesta demokrasi pemilihan Kepala Desa, yang di ikuti sesuai jadwal yang sudah di tentukan.
Hari ini ditemui sedang berlansung, pantauan media ini pemilihan Kepala Desa di beberapa Desa yang ada di Kec.Kao dan Kec. Kao Utara, terpantau di Desa Gulo, Kec Kao Utara ada sejumlah warga resah dan kecewa.
Rasa kecewa itu kemudian diluapkan dengan suara lantang ke panitia pemilihan tingkat Desa tepatnya di TPS 1 Desa Gulo. Rabu 27/10/2021
Hal tersebut terlihat jelas beberapa warga menyirami panitia dengan kata – kata keluhan yang penuh amarah, karena mereka merasa tidak memiliki hak dalam berdemokrasi di Desa mereka sendiri.
Kata salah satu warga sebut saja Zeth yang mengatakan dalam amukannya kepada panitia bahwa dia merasa heran selama ini ikut pemilihan apapun tidak bermasalah kenapa saat Pilkades namanya tidak ada di DPT, sedangkan ada orang lain yang baru tinggal di rumahnya bisa dapat undangan untuk ikut coblos.
Bukan saja itu ada sejumlah warga yang mengalami hal yang sama, hal ini menjadi tamparan keras bagi panitia dari tingkat desa hingga sampai ke tingkat Kabupaten agar pada kesempatan lain nantinya hal tersebut lebih jeli untuk di perhatikan.
Saat terjadi treibel antara warga dan panitia desa dan kata salah satu panitia Marthen Kalingara kepada warga mengatakan bahwa kepada tidak liat nama di daftar sementara saat awal menempelkan daftar nama. Ungkap Kalingara
Sementara menurut warga tersebut hal itu tidak di sosialisasikan, saat beberapa warga datangi TPS dengan membawa KTP karena merasa tidak ada nama di DPT, kata panitia awal sebelum berdebat bahwa “duduk saja di situ dulu”
Namun setelah terjadi perdebatan yang begitu cukup sengit, panitia mengalihkan pembicaraan bahwa kenapa awal menempelkan daftar sementara tidak lihat nama pada daftar tersebut lalu di laporkan ke panitia, padahal menurut warga hal tersebut tidak di informasikan atau sosialisasikan, warga juga berharap karena sebagai warga asli Desa Gulo dengan memiliki KTP bisa mengikuti pesta demokrasi pemilihan Kades, namun harapan itu kosong.
Akibat dari perdebatan tersebut kondisi sempat tegang dan memanas, sehingga menghadirkan sejumlah aparat keamanan guna menentramkan situasi. (Endy-21)
