Tobelo,beritasumbernews com
Sempat Viral, salah satu Siswi di SMA Negeri 1 Tobelo, Kab.Halut berinisial KP 17 tahun ngaku di Bully Gurunya yang berstatus Guru Kesiswaan berinisial LS.

Hal ini menarik perhatian publik sehari ini, sehingga ramai di perbincangkan semua pihak, di group – group Whatsaap, di jalan – jalan dan bahkan di beberapa OPD Lingkup Pemda Halut.

Informasi ini berhasil di himpun Redaksi beritasumbernews.com siang tadi, yang mana Guru Kesiswaan berinisial LS, diduga mengintimidasi siswinya hingga pulang ke rumah sambil menangis menarik perhatian publik di media sosial.

Ternyata Diketahui, Sikap seorang Guru Kesiswaan ini,bukan baru sekali namun telah berulang kali melakukan intimidasi kepada siswi kelas 2 pada SMA Negeri 1 Tobelo itu.

Informasi yang di terima Redaksi dari siswi tersebut bahwa ucapan Guru itu “Kamu lagi ini, tukang penyakit dan malas ke sekolah” dengan nada keras ucap Guru Kesiswaan Kepada KP, Kamis (4/11/21) siang tadi.

Menurut KP, dirinya tidak masuk sekolah lantaran sakit. Namun, LS tetap bersikap melontarkan dengan kata – kata penyakitan berulang kali.

Terpisah menanggapi hal ini, LS membenarkan Ia hanya menegur KP pada saat main dalam kelas bersama rekan – rekannya sambil melempar – lempar buah Ketapang di halaman sekolah bahkan mendekati ruang kelas, dengan berdalih bahwa” dirinya (KP) menangis karena diduga merayakan ulang tahunya. Ucap LS

“Jangan lempar – lempar karena kamu ini suka sakit – sakit terus selama 3 hari kamu tidak masuk sekolah seharusnya ada surat keterangan Sakit” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Halut, Martin Manuel Menyampaikan kepada pihak awak media saat di temui di ruang kerjanya bahwa pihaknya sudah meminta maaf kepada pihak keluarga tentang kejadian ini. Ucap Kepsek siang tadi

Tidak hanya itu, dirinya mengatakan dengan kejadian tersebut, para Guru dapat menimba pengalaman menjadi lebih baik kedepannya nanti.

“Mewakili Lembaga, saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, Hendaknya kejadian ini, kami jadikan pengalaman untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada Siswa,” Harapnya.

Sementara itu, Aktivis Pejuang Keadilan Sosial, Wilson Musa merespon kejadian tersebut telah melanggar Permendikbud Nomor 82 tahun 2015 dan 2018, tentang pencegahan tindakan bullying.

Ia berharap, agar kejadian serupa dapat diselesaikan dengan serius, Jika tidak, dirinya bakal melaporkan ke pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum.

“Saya sempat datang ke sekolah, tapi menurut kepala sekolah, itu nanti diurus dari belakang karena ada urusan pribadi, saya bilang harus diselesaikan hari ini. Kemudian, pihaknya (Kepsek) mengatakan Bodok. Pernyataan ini sangat merugikan bagi saya,” Kesalnya

Bahkan menurutnya” Kepsek sempat melontarkan bahasa padanya” saya pe keluarga juga penting mau pentingkan anda urusan atau saya urusan keluarga” Tutur Wilson
(Endy-21)