Halut,beritasumbernews.com
Masih terlihat jelas Karyawan SPBU Kupa Kupa masih terus lakukan hal yang tidak menyenangkan mirisnya nakal dan masih di duga mafia BBM.
Hal ini terlihat jelas saat pengisian BBM pagi tadi di SPBU Kupa Kupa, Desa Kupa Kupa, Kec.Tobelo Selatan Kab.Halut terpantau Redaksi beritasumbernews.com saat mana kendaraan roda dua sedang antri mengisi BBM terlihat jelas di salah satu Pompa sedang juga mengisi BBM ke puluhan jirigen yang di muat pada salah satu pik-ap hitam yang tertutup dengan terpal bagian samping kiri kanan mobil.
Saat salah satu kendaraan roda dua yang hendak mendekati pompa tersebut malah karyawannya mengarahkan pemilik kendaraan tersebut untuk tidak boleh mengisi BBM pada pompa tersebut.
Ternyata alasan karyawan tersebut menolak kendaraan itu untuk mengisi BBM ke motornya karena karyawan tersebut sedang mengisi ke puluhan jirigen tersebut.
Sempat di tanyai oleh pemilik kendaraan kenapa motor tidak boleh mengisi di pompa tersebut namun jirigen bisa isi sebanyak itu, namun karyawan tersebut tidak menghiraukan kalimat pemilik kendaraan tersebut hanya mengarahkan bahwa isi di sebelah.
Hal ini pun di respon oleh Kadis perindagkop Kab Halut Drs. Nyoter Koenoe.M.Si saat di hubungi siang tadi kepada media Redaksi beritasumbernews.com menyampaikan bahwa” pihaknya sangat menyesal dengan perbuatan karyawan SPBU Kupa Kupa.
Katanya” pihaknya sudah memberikan peringatan atau teguran keras kepada kepala SPBU terhadap karyawan yang nakal dan suka main mafia BBM, bahkan ada staf dari kantornya yang ikut bertugas di setiap SPBU yang ada di Halut.
Bukan saja itu menurut Kadis selain stafnya yang di tugaskan di SPBU ada juga personil TNI/Polri yang di tugaskan, namun mungkin saja para petugas ini belum ada di lokasi sehingga kesempatan karyawan itu mulai nakal. Sebut Kadis
Pihaknya akan kembali menghubungi kepala SPBU untuk segera menertibkan karyawannya yang nakal secara tegas, bahkan Kadis berkomitmen akan mengadakan rapat singkat dengan pihak TNI/Polri dan Pemda Halut guna melakukan operasi penertiban.
Karena ternyata di dapati pengecer jalan juga nakal bukan saja karyawan SPBU, yang mana di dapati di berbagai pengecer di jalan mulai dari Kec.Kao sampai Tobelo harga pertalite berfariasi mulai dari harga per botol Rp. 10.000, Rp.12.000, Rp.13.000 bahkan sampai Rp.15.000,-
Dari temuan itulah maka Kadis perindagkop akan melakukan operasi secara tegas karena banyak pengecer ilegal yang tidak punya ijin yang menjual BBM dengan harga yang di duga berfariasi itu. Ujar Kadis
Dalam waktu dekat kami akan lakukan Operasi gabungan. Tutup Kadis
Bukan saja pada BBM dalam hal ini pertalite namun ternyata ada pengecer juga yang nakal pada Minyak tanah, terpantau juga di depan pasar Modern Tobelo ternyata ada pengecer minyak tanah menjual minyak tanah dengan harga per botol Rp 15.000,-.
(Endy-21)
