Leihitu – beritasumbernews.com
Sore tadi di Kec.Leihitu satu warga di temukan terapung terseret ombak beberapa meter dari bibir pantai.

Sekitar pukul 16.50 Wit sore tadi atau jam 4 setengah lima lewat, ditemukan mayat Laki-laki yang mengapung di Pantai Pasar pelabuhan Hitu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Korban meninggal dunia akibat tenggelam dan terseret arus laut beberapa meter dari bibir pantai. Sabtu 8/01/2022

Korban meninggal MS (46) warga Hitumessing, Kec.Leihitu, Kab.Malteng, temuan mayat tersebut di ketahui dari tiga saksi yakni GP (41), HL (43), SAP (45).

Dalam keterangan saksi GP mengatakan” yang mana awalnya sementara mencuci mobil di areal pelabuhan pasar Hitu mendengar teriakan bahwa ada orang tenggelam dan saksi berlari menuju ke tepi laut melihat almarhum sudah dalam keadaan terlentang dan saksi berteriak meminta tolong kepada warga yang ada sekitar lokasi pelabuhan hitu.

Tidak lama kemudian warga melalukan pertolongan mengangkat korban dari air.

Sementara Menurut keterangan saksi SAP yang juga adalah istri korban menyampaikan bahwa” sekitar Pukul 16.30 Wit korban keluar dari rumah dengan tujuan untuk melakukan terapi di Pantai Pasar Hitu.

Setelah beberapa jam kemudian ia diberitahukan oleh keluarganya bahwa suaminya sudah tenggelam dan telah dilarikan ke Puskesmas Hitu.

Sedangkan Menurut keterangan HL awalnya ketika sedang duduk di rumahnya ia didatangi oleh Sdr. Dedi Slamat yang menginformasiakan bahwa ia melihat korban tenggelam di Pantai Pelabuhan Hitu.

Mendengar kabar tersebut saksi langsung bergegas ke Pasar Hitu, Sampai disana ia melihat almarhum berada di tepi laut dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Melihat hal tersebut Ia langsung melakukan penyelamatan dengan menyebur ke laut dan menarik korban ke daratan.

Tak lama kemudian mobil patroli Polsek Leihitu tiba dilokasi dan langsung membawa almarhum menuju ke Puskesmas perawatan Hitu.

Sesampai di Puskesmas, tenaga medis melakukan berbagai upaya pertolongan berupa RJP (Resusitasi Jantung Paru) dan Amubek (Alat Bantu Pernapasan) namun nyawa korban sudah tidak dapat ditolong. (Rdks)