Kusuri – beritasumbernews.com
Pasca gempa bumi 5,5 SR yang baru saja kemarin pagi sekitar pukul 06 : 59 Wit terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, tepatnya di dua Kecamatan yakni Kec.Kao Barat dan Kec.Tobelo Barat.

Gempa 5,5 SR yang menghantam Halmahera Utara kemarin tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga rusak dan bukan itu saja namun fasilitas umum dan fasilitas rumah ibadah pun rusak hingga ada yang tidak bisa di gunakan.

Yang sangat di sayangkan warga masyarakat Desa Wangongira malam ini sejak kemarin sore kurang lebih pada pukul 17 : 00 Wit, sebagian warga mulai keluar kampung mereka menuju Kecamatan. Senin 10/01/2022

Hingga pukul 21 : 00 Wit warga terus secara kelompok mulai keluar kampung menuju Kecamatan, karena tidak nyaman di kampung, di akibatkan dari kondisi Desa Wangongira berada tepat pada titik gempa dengan jarak kurang lebih hanya sejauh 5 kilo dari Desa ke titik gempa, yang mana goncangan kecil terus terjadi tidak henti.

Informasi ini berhasil di himpun Redaksi beritasumbernews.com malam ini, yang mana terlihat jelas pantauan Redaksi sebanyak 90 jiwa warga masyarakat Desa Wangongira yang kini menuju Kantor Camat Tobelo Barat guna mendapat perlindungan.

Namun sangat di sayangkan terkesan arahan Bupati Kabupaten Halmahera Utara Ir Frans Manery tidak di jalankan oleh BPBD Kab.Halut, terbukti dalam penyampaiannya Bupati sore kemarin saat berkunjung ke Kusuri melihat kondisi warga, Bupati berpesan kepada BPBD agar harus terpasang tenda sejak kemarin hingga malam ini.

Arahan Bupati hingga detik ini tidak di jalankan, informasi yang berkembang bahwa ada keterangan pihak BPBD bahwa tidak ada anggaran dan juga tidak ada tenda, sementara tenda yang ada sudah rusak.

Langkah BPBD untuk mengatasi masalah masyarakat sebagai korban gempa, tidak teratasi dengan baik, pihak BPBD sekitar pukul 00 : 30 Wit datangi lokasi Kantor Camat Tobelo Barat dimana berada puluhan warga Wangongira dengan membawa sarimi 10 DOS (karton), dengan tikar ukuran dua badan di perkirakan seharga Rp.50.000 per buah, hanya di bawah 4 buah, di tambah lagi beberapa minuman gelas beberapa dos (karton).

Warga sangat kesal dan kecewa dengan sikap BPBD yang datangi warga di lokasi pengungsian tidak membawa tenda, warga masyarakat Wangongira yang mengungsi ini terdiri dari laki – laki Dewasa sebanyak 30 orang, ibu – ibu sebanyak 24 orang dan anak – anak mulai dari balita usia 6 bulan hingga 12 tahun sebanyak 36 orang.

Masyarakat Desa Wangongira sangat trouma dan terus di hantui rasa takut sehingga di arahkan oleh pihak Kecamatan dan bahkan pihak Kasubsektor untuk beristirahat di dalam Kantor Camat namun masyarakat tidak bersedia karena mereka merasa takut dan kawatir.

Kasubsektor Tobelo Barat Ipda.Hendrik Amos di dampingi satu personil Bripka.Edmon Sariwatin, sekcam Tobelo Barat Rizar, Kepala Puskesmas Kec.Tobelo Barat Sandri Kitong dan Babinsa Togoli Serka Bayu Siregar di tambah Serka Ahmad Lisaholit, secara bersama sinergitas dengan rasa prihatin mengevakuasi warga Wangongira yang berjalan kaki puluhan kilo meter menuju Kecamatan.

Hal ini menjadi perhatian penting untuk Bupati Halmahera Utara serta Ketua Dewan Kab Halut untuk mengevaluasi kinerja BPBD Kab Halut yang terkesan tidak memiliki rasa tanggung jawab secara kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Satu upaya yang terus di lakukan Camat Tobelo Barat Marjius Tjuluku lewat koordinasi dan komunikasi dengan pihak BPBD guna mendapat bantuan Tnti atau tenda sederhana guna bisa memberikan rasa nyaman pada warga Wangongira yang saat ini membutuhkan pertolongan, namun sangat di sayangkan hasil koordinasi dan komunikasi Camat tidak membuai hasil yang baik.

Bukan saja Camat yang merasa kecewa namun juga pihak Ketua Komisi III DPRD Kab.Halut Sahrul Hi.Rauf. M.Pdi, juga kesal dan kecewa karena hasil komunikasinya tidak di respon baik oleh pihak BPBD bahkan Kepala BPBD tidak bisa terhubung.

Masyarakat di biarkan terlantar di Kantor Camat Tobelo Barat, tidak tidur hanya berdiri dan duduk – duduk di teras atau emper Kantor dan di bawah – bawah pohon, anak – anak balita pun hanya di gendong di pangkuan ibu – ibu dari sejak tiba hingga dini hari ini belum terlihat bisa tidur. (Endy-21)