Gulo,beritasumbernews.com,Sebagai anak kampung sendiri yang selama pendidikan menempuh pendidikan untuk mencapai gelar Sarjana harus merantau jauh ke kota metropolitan Jakarta, pusat Ibu Kota Negara.

Demi mencapai pengetahuan dan pengalaman hidup lebih baik, akhirnya pulang kampung membawa gelar M.Pd guna membangun daerah sendiri.

Dengan ilmu dan pengetahuan yang di miliki, sebagai anak daerah sendiri, ada dan berusaha guna meningkatkan mutu pendidikan serta menjadikan warga masyarakat di Desa Gulo menjadi lebih baik dan lebih mudah dalam menempuh ilmu pengetahuan demi cita – cita dan harapan masa depan selaku generasi muda harapan Bangsa.

Kepala Desa Gulo Dorsosden Ahiki, M.Pd, yang di temui Redaksi beritasumbernews.com di kediamannya berapa hari lalu, ternyata salah satu sosok figur yang cinta akan daerah, dan rindu membangun serta memajukan daerahnya sendiri dengan ilmu dan pengetahuan yang ada pada dirinya saat menempuh pendidikan di tanah rantau.

Menurut Kades dalam cerita lepasnya, mengatakan bahwa” secara pribadi bersama istrinya saat ada di Desa Gulo yang adalah Desa tanah kelahirannya, sangat peduli dengan kondisi pendidikan anak desanya sendiri, yang selama ini harus berjalan berkilo – kilo meter bahkan harus di bawa terik matahari guna menuntut ilmu pengetahuan.

Sangat di sayangkan anak – anak Desanya yang berjalan dengan jarak yang begitu jauh, menempuh waktu yang Berjam – jam kadang tiba di sekolah sudah terlambat, karena harus menyeberang sungai dengan menggunakan rakit.

Kepedulian inilah membangun sebuah imajinasi dan konsep berpikir bagaimana membangun daerahnya sendiri, sehingga lewat ilmu pengetahuan yang di milikinya, terciptalah upaya membangun dengan cara membangun sekolah SMP walaupun saat ini harus berkekuatan sendiri, namun upayanya di dukung oleh sebuah yayasan yakni yayasan Samuel Elizabeth Tobing.

Bangunan sekolahpun berhasil di bangun, walau masih terlihat 1 ruangan belajar, namun upaya ini guna mempermudah anak Desa tidak sulit dalam menempuh pendidikan, dan tidak berjalan jauh ke tempat yang jauh.

Sekolah yang di bangun ini sejak dirinya belum menjadi Kepala Desa, dan Sekolah tersebut di beri nama SMP Kristen George Roriwo, yang di bangun sejak 2021 lalu.

Sekolah tersebut walau belum selesai dan belum bisa di gunakan karena masih dalam tahap membangun namun sudah memiliki siswa yang notabenenya anak Desa sendiri sebanyak 15 orang, serta memiliki 9 Guru, yang di pimpin oleh Kepala Sekolah Vera Elizabeth Tobing, S.IKom., M.Pd.K.

Untuk sementara para siswa tersebut masih bersekolah pada bangunan sementara yakni” pada Kantor Desa lama, dan semangat untuk membangun Desa akan terus di tingkatkan dan akan terus berjuang Demi warga Desa dalam mencapai pendidikan yang lebih layak. (Endy)