Halut,beritasumbernews.com
Warga masyarakat Desa Akelamo Kao melakukan aksi palang jalan karena merasa ter-anaktirikan.
Muhammad Ternate selaku orator aksi, mengatakan bahwa warga Desa Akelamo Kao merasa di kecam oleh Pemda Halut, merasa di intimidasi oleh Pemda Kao.
Aksi ini berlangsung kurang lebih sejak pukul 08 : 45 Wit, hingga saat ini belum usai, namun langkah bijak yang di lakukan Camat Kao Teluk Yamin Hasin yang mengajak orator dan warga duduk bersama guna mencari solusi damai agar jalan bisa kembali di buka. Kamis 23/06/2022
Maksud baik Camat Kao Teluk tidak di respon baik oleh warga karena merasa sudah cukup lama dan terlalu sakit mempertahankan daerah mereka pada Kabupaten Halmahera Utara dalam kondisi situasi Politik yang sangat mencekam.
Terjadi lintas koordinasi yang di mediasi Camat Kao Teluk Yamin Hasin, di hadiri oleh Aiptu.Yusri personil Polsek Malifut, Danki Yunita RK 732/Banau Lettu OKI Syalendro bersama 3 personil, Babinsa Malifut Serda Kalep.
Dari koordinasi yang di gelar Camat, agar warga di ajak ke Kota Kabupaten untuk ketemu dengan Pemda dalam hal ini Bupati dan DPRD, camat dan Kepala Dinas PMD akan siap mengfasilitasi warga ke Tobelo.
Kehadiran Kepala Dinas PMD Wenas Rompis menyampaikan permohonan maaf Bupati Halut Ir. Frans Manery atas ketidak hadirannya di Desa Akelamo Kao atas tuntutan warga masyarakat untuk kehadiran Bupati.
Rompis menyampaikan bahwa” Bupati dan Wakil Bupati tidak pernah menyampaikan bahwa tidak pernah mengatakan akan mengembalikan nomenklatur Desa ke Desa awal sesuai tuntutan warga, namun di sampaikan ya bahwa akan di laksanakan pemekaran Desa. Sebut Rompis
Rompis juga katakan atas usulan pemerintah Kabupaten Halut yang telah di sampaikan ke Kementrian dalam negeri guna menjadikan dua Desa yakni Akelamo Cidok dan Desa Akelamo Kao menjadi Desa Defenitif.
Harapan Bupati yang di sampaikan Rompis agar warga bisa membuka jalan agar aktifitas lalu lintas bisa kembali jalan normal, sehingga tidak lagi terjadi adanya gangguan Kamtibmas.
Rompis juga mengajak warga untuk bisa hadir di Kabupaten untuk bisa duduk dan bercerita guna mencari solusi, baik hari ini maupun besok atau lusa.
Warga tetap menolak ajakan Rompis dan Camat Kao Teluk, karena warga merasa kesalahannya duduk di Pemda Halut, karena setiap kepentingan politik Desa Akelamo Kao terus di ikut sertakan namun tidak di hiraukan kepentingan mereka. Tegas Muhammad Ternate
Warga tetap Desak Bupati Halut untuk turun ke lokasi guna menjawab tuntutan warga Desa Akelamo Kao, yang terus menekan, dan tetap mempertahankan palang jalang. (Endy)
