Karpan,beritasumbernews.com
Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Ambon 2022 – 2026, serta Rapat kerja Taekwondo Indonesia Kota Ambon tahun 2022 berlangsung di Aula lantai 5 Kantor DPRD Provinsi Maluku. Senin 14/08/2022
Kegiatan tersebut bertemakan”
Peran Olahraga Beladiri Menuju Pembentukan Karakter Motivasi Generasi Bangsa yang Mandiri Dan Berprestasi.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Maluku, Hengky Ricardo.A Pelata kemarin resmi melantik Pengurus Taekwondo Kota Ambon periode 2022-2026.
Hengky Pelata dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh Pengurus Taekwondo Kota Ambon yang baru, untuk dapat berperan aktif dalam mengembangkan olahraga Taekwondo di Kota Ambon.
“Taekwondo Kota Ambon banyak sekali mengalami dinamika dan ini menjadi catatan bagi kita semua Namun,bagi saya tantangan ini adalah sebuah proses,” Ucap Pelata yang juga politik Partai Hanura ini.
Lebih lanjut, kepemimpinan Taekwondo Indonesia (TI) Kota Ambon merupakan barometer pembinaan prestasi di Maluku Olehnya, sasaran dan tantangan yang paling utama bagi Pengurus TI Kota Ambon yang baru adalah pembinaan prestasi secara sistematik pada dojang atau club yang ada di Kota Ambon.
Selain itu,TI Kota Ambon harus menumbuhkan dan mengembangkan olahraga beladiri asal Korea ini kedepan dan mencari generasi penerus, mulai dari usia dini, remaja maupun usia dewasa.
“Pengurus TI Kota harus mendukung pengembangan prestasi pada 32 Dojang di Kota Ambon Sebab, pengembangan prestasi di dojang terbentur dengan masih minimnya pelatih yang memiliki lisensi DAN,” Papar Pelata
Oleh karena itu, Pengprov TI Maluku telah mendorong agar para pelatih di seluruh dojang di Kota Ambon untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada bulan Maret lalu.
Untuk itu, saya tegaskan, bagi para pelatih yang telah memiliki lisensi DAN, silakan buka dojang sebanyak-banyaknya,”tegas anggota DPRD provinsi Maluku tersebut.
Sementara itu,Ketua TI Kota Ambon, Novel Elminero mengatakan, Pengurus TI yang baru,pastinya akan melanjutkan tongkat estafet dari kepengurusan yang lama, Artinya bahwa setiap tindakan kepengurusan itu ada baik dan buruknya.
Tentu saja pengurus mengambil dengan baik, sebab untuk menghadapi tantangan dibutuhkan kerjasama untuk menjadikan Taekwondo Indonesia yang betul-betul melahirkan atlet-atlet berprestasi,baik di daerah, nasional hingga internasional.
Novel menambakan, tantangan ini tidak akan bisa Pengurus TI Kota Ambon menyelesaikan tanpa ada dukungan dari pihak terkait, karena tantangan untuk mencapai keberhasilan beladiri Taekwondo baik dalam kegiatan pengelolaan daerah maupun kejurnas, otomatis butuh dukungan dari seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah.
“Saya berharap semoga periodesasi kepengurusan yang baru ini, bisa melahirkan atlet yang mampu mengukir sejarah. Mengulang prestasi-prestasi masa lalu yang pernah Taekwondo Kota Ambon dan Maluku sukses di ajang nasional maupun internasional,”pungkasnya. (Chay)
