Kamal,beritasumbernews.com,Saat mendampingi Uskup Amboina melaksanakan kunjungan kerja ke SBB dalam rangka temu Anak dan Remaja lintas Agama kususnya di Kecamatan Kairatu, menyempatkan diri Ketua MUI Provinsi Maluku Dr.Abdullah Latuapo.SHi M.Pdi Sholat berjama’ah di Masjid Al-Hilal Kamal.

Latuapo yang di temui awak media ini menjelaskan bahwa” Sadar ataupun tidak kita manusia ini hidup di dunia, yang mana punya tujuan hidup, yakni” memiliki keinginan luhur dan keinginan suci, bahkan punya tujuan yang suci yaitu bagaimana supaya kita itu hidup Aman damai tentram dalam kehidupan kita. Jelas Latuapo

Tambahnya” ada beberapa hal yang perlu kita harus merenungi bersama dan kita harus upayakan, Yang pertama merupakan satu kewajiban bagi kita tokoh-tokoh agama, para tokoh masyarakat para pejabat-pejabat. Ucap Latuapo

Katanya” sebagai pimpinan umat mestinya mampu memberikan pencerahan, serta menanamkan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat generasi kita bahwa sesungguhnya hidup kita ini penuh dengan keragaman dari berbagai perbedaan.

Keragaman dan perbedaan merupakan anugerah Tuhan, rahmat Allah, dan itu juga merupakan amanat Allah, sehingga kita wajib memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat.

Sebab perbedaan itu adalah sebuah keragaman, sebab kalau siapa yang tidak mau menerima, karena kita ini adalah merupakan masing-masing keyakinan, kita ini juga merupakan bagian integral yang tidak bisa dilepaskan dari yang namanya keragaman yang berbeda. Jelas Latuapo

Selain itu kita ini makluk sosial yang punya persekutuan dalam hal ini adanya saling membutuhkan, dan saling menerima, dan kita perlu adanya berjamaah, oleh sebab itu jika ada yang merasa tidak mau menerima perbedaan dari keragaman yang ada maka dia wajar ke pulau yang tidak ada penghuninya. Tutur Latuapo

Yang namanya kehidupan sosial itu berarti adanya keragaman dari perbedaan karena itu secara bersama-sama dan interaksi sosial bagaimana adalah kita bisa menghargai dan saling menghargai.

Saling menghormati antara sesama kita dan berbeda agama, beda suku etnis, beda budaya dan macam-macam bentuk pemahaman beda pikiran kita harus menghargai jangan kita miliki sifat iri, jangan kita merendahkan, jangan kita saling menyalahkan, jangan kita menghina, namun harus saling melengkapi. Pesan Latuapo

Bagaimana supaya kita bisa bersatu dalam perbedaan, kita bisa bekerja sama dalam perbedaan, seperti kata Pancasila dan UU Dasar yang mana menyebutkan berbeda – beda tetapi satu jua. Pungkas Latuapo (Veja)