Ambon beritasumbernews.com Konstalasi politik menuju pemilu legislatif (Pileg) dan Pilkada, 2024 mendatang, terus memanas. Sebab, “pesta” demokrasi nasional dan lokal itu digelar di tahun yang sama.
Pileg digelar 14 Februari 2024, sedangkan Pilkada serentak digelar medio November 2024 mendatang.
Akibatnya, sejumlah anggota DPRD Provinsi Maluku, yang ingin mencalonkan diri di Pilkada, masih tetap berkeinginan kembali mencalonkan diri di Pileg 2024 mendatang. Sebagian besar dari mereka beralasan ikut instruksi partai untuk mengamankan kursi yang diraih pada Pileg 2019 lalu. Setelah Pileg baru mereka calon di Pilkada.
Ketua Fraksi Perindo Amanah Berkarya DPRD Provinsi Maluku, Jantje Wenno, tidak lagi mencalonkan diri di Pileg.”Saya Tidak Ingin merebut kursi anggota DPRD Provinsi . Saya fokus sosialisasikan diri merebut kursi Walikota Ambon,”ingat Wenno, kepada wartawan di Rumah Rakyat di karpan Ambon, Rabu (21/9/2022).
Alasan tidak lagi mencalonkan diri di Pileg, politisi Partai Perindo dari daerah pemilihan Kota Ambon ini menegaskan.”Ini Bukti keseriusan saya. Saya tidak lagi calon di Pileg sebagai bukti keseriusan saya kepada publik, bahwa saya sangat serius dan siap merebut kursi Walikota Ambon periode 2024-2029,”bebernya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon ini beralasan tidak lagi merebut kursi DPRD Provinsi Maluku, karena gelaran Pilkada berdekatan dengan Pileg.”Masa jabatan anggota DPRD Provinsi Maluku itu khan 2019-2024. Dan jabatan kita berakhir September 2024. Sementara Pilkada November. Jadi memang terpaut satu bulan. Nah, kalau teman-teman terpilih lagi tidak mungkin mundur calon kepala daerah atau wakil kepala daerah di Pilkada Apalagi, tahapan Pilkada sudah jalan Februari 2024,”paparnya.
Mestinya para wakil rakyat yang ingin calon di Pilkada, sebaiknya tidak lagi ikut Pileg, tapi fokus konsolidasi ikut Pilkada.”Kalau alasan mempertahankan kursi, menurut saya kira tidak rasional, ada orang lain yang bisa mempertahankan kursi atau menambah kursi parpol. Saya kira mereka tidak fokus dan masih dua hati,”ungkapnya.
Lanjud Wenno, usai bertarung di Pileg, kembali lagi bertarung di Pilkada di waktu yang mepet, tentu tidak menguntungkan dan terkesan serakah.”Memang ada yang beralasan kasih panas mesin di Pileg untuk Pilkada. Saya kira itu bahasa politik, karena memboroskan anggaran. Selain itu tidak memberikan ruang kepada figur lain berkonsultasi di Pileg,”tegasnya.
Buktinya, lanjut dia, setiap hari dirinya sibuk mendatangi dan didatangi warga Kota Ambon. Konsolidasi yang dilakukan hanya untuk memenangkan Pilwakot Ambon.”Saya setiap hari melakukan konsolidasi dan sosialisasi. Saya fokus dan mulai bekerja dari sekarang,”pungkasnya.(cey)

