Aboru,beritasumbernews.com
Kantor desa Negeri Aboru terancam,”akan di ambil oleh pemilik tanah Juliana Nahumury
Sesuai perjanjian Raja Negeri Aboru di atas metrai 6000.

Dalam isi perjanjian tersebut Raja akan membuat sebuah rumah pribadi dengan ukuran 6×7 pada pemilik tanah Juliana Nahumuri, alhasil sampai saat ini rumah tersebut tidak kunjung ada.

Warga pemilik lahan tersebut naik pitam, sangking geramnya Ahirnya kantor Negeri di palang olehnya bersama beberapa orang keluarga.

Kantor pemerintah Negeri Aboru terancam di ambil dan kantor tersebut akan tinggal oleh pemilik tanah, Karna di duga Raja mengingkari janji persetujuan yang di buat di atas metrai 6000 Waktu itu.

Informasi yang berhasil di himpun awak media ini, di duga kuat Raja tidak perna menetap di Aboru selalu tinggalkan Negeri sehingga masyarakat memanggil Raja dengan istila enam, satu.

Istilah tersebut yang artinya 6 hari di luar Aboru, 1 hari di dalam Negeri Aboru, warga menjadi heran dan bertanya – tanya apakah ini satu pimpinan yang baik ?.

Lewat pemberitaan media ini warga masyarakat Negeri Aboru sangat mengharapkan agar pihak yang berwewenang dalam hal ini Dinas Pemerintah Desa Kab.Malteng dan Pj. Bupati Malteng agar segera mengevaluasi kinerja Raja yang di nilai buruk.

Warga juga menyesali akan perilaku yang di buat Raja, yang mana beberapa waktu lalu saat pembagian BLT tidak ada persyaratan yang namanya Kartu keluarga (KK), namun saat ini Raja bersikeras bagi yang tidak punya KK tidak akan di beri BLT, dan Raja akan mengalihkan dan tersebut ke pusat sementara jelas – jelas Dana tersebut datangnya dari DD.

Saat warga meminta bukti pengembalian dana tersebut ke pusat, sayangnya Raja berdalih, kata Raja bahwa sudah telpon Mentri, aneh Raja bisa Telpon dengan Mentri. Heran Warga

Warga juga mendesak Cabjari Saparua agar secepatnya menindaklanjuti laporan dugaan Korupsi dan Penyelewengan sejumlah dana yang bergulir di Negeri Aboru.

Kekesalan warga kususnya pemilik lahan yang di duga di tipu oleh Raja Negeri Aboru Marten Sinay, terkait perjanjian pembuatan Rumah saat memberikan lahan untuk pembangunan Kantor Negeri, akhirnya memalang Kantor Negeri.

Kejadian tersebut di lakukan warga masyarakat Negeri Aboru tepatnya sekitar pukul 15 : 00 Wit, kemarin sore. Minggu 25/09/2022 (Chey)