SBB,beritasumbernews.com,Kapal milik BUMdes Desa Tomalehu Barat, bantuan dari Pemda SBB senilai 2 Milyar, yang di kerjakan setahun lalu oleh Dinas Perhubungan Kab.SBB kini dibiarkan termakan Cuaca hujan panas di pantai Kairatu Beach, Desa Kairatu, Kec. Kairatu, Kab.SBB.

Pantauan awak media ini kemarin di lokasi kandas-nya Kapal Kapitan Jongker, sangat – sangat di sayangkan, belum juga genap setahun Pemda SBB menyerahkan bantuan kapal (Kapitan Jongker) kepada BUMdes Desa Tomalehu Barat untuk dipergunakan sebagai akses transportasi laut, kini kapal tersebut telah kandas di pasir tepatnya di Kairatu Beach. Senin 31/10/2022

Sebagaimana di ketahui untuk wilayah Kabupaten SBB masih minim transportasi laut, sementara kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat SBB kususnya pada masyarakat kepulauan Manipa sangat – sangat minim.

Transportasi kadang menjadi kendala utama bagi masyarakat yang berada di daerah kepulauan Manipa, demi memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan Manipa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memberikan bantuan satu buah kapal transportasi.

Kapal miliaran rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler tahun 2021 itu kini tak lagi memiliki mesin bahkan sebagian kursinya pun telah patah dan dua buah TV pun telah hilang.

Bahkan terlihat sebagian orang pengunjung pantai Kairatu Beach tidak melewatkan kesempatan berfoto dengan kapal tersebut.

“Kapal katong (kita) sudah lihat lama, katong kira kapal ini sengaja dibuat pemilik pantai untuk memperindah pemandangan pantai ini”, Tutur salah satu pengunjung pantai Kairatu Beach.

Perlu diketahui, kapal Kapitan Jongker dikerjakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten SBB tahun 2021 dengan anggaran 2 milyar lebih dan diresmikan oleh mantan Bupati Kabupaten SBB Timotius Akerina tepatnya bulan Maret tahun 2022 sekaligus menyerahkan (Hibah) kapal tersebut ke Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Desa Tomalehu Barat sebagai sarana transportasi umum masyarakat setempat.

Harapan masyarakat agar Pemda SBB bersama jajaran kepolisian serta kejaksaan setempat segerah menggungkap motif/alasan kenapa kapal tersebut yang sudah tidak bermesin lagi, lalu bangkainya berada di pantai desa Kairatu itu. (Yan.L)