Halut,beritasumbernews.com,Balai Guru Penggerak Provinsi Maluku Utara yang mana Balai Guru Penggerak (BGP) adalah yunit pelaksana tehknis Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan tehknolgi yang ada di Maluku Utara di bawa direktorat Guru dan tenaga kependidikan menggelar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) secara mandiri di Kabupaten Halmahera Utara.
Kegiatan tersebut di laksanakan oleh BGP tersebut pada pukul 09 : 00 Wit pagi tadi, bertempat pada ruang meeting Hotel Greenland Tobelo. Senin 06/12/2022
Di Halmahera Utara Untuk tahun 2022/2023 ini, ada sebanyak 27 Sekolah yang melaksanakan kurikulum merdeka secara mandiri, dan Sekolah – sekolah tersebut di dampingi termasuk oleh BGP Provinsi Maluku Utara. Sebut Jeki Palpialy kepada wartawan di lokasi kegiatan pagi tadi.
Menurut Palpialy” ini merupakan pendampingan yang kedua, Karen pendampingan pertama sudah di laksanakan, dalam bentuk komunitas belajar, sedangkan pendampingan yang kedua ini adalah pembuatan Vidio pembelajaran.
Kata Palpialy” hal tersebut di laksanakan karena sesuai temuan dari BGP bahwa aktifitas – aktifitas di platfom merdeka mengajar oleh Guru – guru Sekolah pelaksana IKM tersebut terlihat ada terhambat pada bagaimana memasukan karya aksi para guru di Platfom merdeka mengajar. Ucap Palpialy
Palpialy menambahkan” hal ini terjadi karena para guru tersebut belum terbiasa membuat Vidio – Vidio pembelajaran, sehingga sangat penting perlu di dampingi oleh BGP, dengan maksud pada kegiatan tersebut berakhir guru – guru sudah bisa membuat Vidio. Jelas Palpialy
Dalam kegiatan tersebut di fokuskan pada semua guru dan itu berlaku dari guru TK, SD, SMP dan SMA, dan untuk saat ini Palpialy katakan sebanyak 27 Sekolah yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Dan dari ke 27 sekolah tersebut yang telah mendaftar guna mengikuti kurikulum mandiri, dan itu di dapati SK lansung dari Kementrian. Jelas Palpialy
Palpialy menambahkan bahwa” untuk sekolah yang mendaftar itu sudah harus daftar sejak bulan Juli, karena menurut Palpialy bahwa” kurikulum merdeka ini sangat berbeda dengan kurikulum 2013 dalam hal sosialisasi. Cetus Palpialy
Palpialy mengatakan” untuk kurikulum 2013, sosialisasinya terstruktur, karena terstruktur dari pusat, provinsi hingga tingkat Kabupaten, dan kemudian dari kurikulum itu lalu memberikan pelatihan ke sekolah, sedangkan pada kurikulum merdeka ini tidak seperti itu, karena pemerintah sudah siapkan platfom merdeka belajar gun guru bisa belajar disitu. Terang Palpialy
Di tempat yang sama Wilsa Diestuty Salim.SP.Si, MPd, selaku koordinator implementasi kurikulum merdeka (IKM) BGP Maluku Utara kepada wartawan mengatakan bahwa” BGP Malut adalah yunit pelaksana teknis kementrian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi yang ada di Malut di bawa direktorat Guru dan tenaga kependidikan yang merupakan balai baru dan di tahun 2022 ini baru ada di seluruh provinsi termasuk di Malut. Ucap Wilsa
BGP memiliki program prioritas salah satunya adalah program inplamentasi kurikulum merdeka (IKM) yang baru berjalan di tahun 2022 ini. Jelasnya
Lanjutnya” untuk Malut pihaknya memiliki 163 satuan pelaksana IKM jalur mandiri angkatan pertama dan akan ada pendaftaran berikutnya lagi di tahun 2023. Ulas Wilsa
Di jelaskannya bahwa” untuk Kabupaten Halmahera Utara pihaknya memiliki 27 satuan pelaksana mulai dari jenjang paud, sampai SD,SMP, dan SMA.
Tujuan dan fungsinya BGP adalah guna meningkatkan dan memberdayakan guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya, kepala sekolah, calon kepala sekolah, calon pengawas sekolah di wilayah Malut. Ujarnya
Wilsa menambahkan” program prioritas IKM tersebut memiliki 6 strategi yang harus di pelajari oleh semua satuan IKM guna melakukan pembelajaran yakni” strategi IKM, PMM (platfom merdeka mengajar), Webinar, Helpdesk (Whatsaap 0812 8143 5091), Komunitas belajar, narasumber berbagi baik (NBB), dan mitra pembangunan. Terang Wilsa (Endy)
