Hunimua,beritasumbernews.com,Pelayanan transportasi laut penyeberangan Hunimua – Waipirit milik ASDP cukup baik dalam pelayanan penyebrangan karena tersedia lebih dari dua buah kapal Feri.

Namun sangat di sayangkan, masyarakat pengguna jasa transportasi laut penyeberangan dengan menggunakan kapal Feri Hunimua – Waipirit tersebut merasa kesal dan merasa di rugikan.

Yuni salah satu warga masyarakat seram Desa Latu yang di temui di atas kapal Feri Trubuk tujuan seram yang hendak dari Ambon ke seram kepada media ini mengatakan” dirinya dan sejumlah warga yang duduk berdampingan dengannya di atas kapal tersebut merasa resah dan sedikit kesal dengan kemahalan yang terjadi di kantin milik Kapal tersebut.

Yuni mengungkap” kami biasa naik kapal ini harga Popmi hanya Rp. 15.000,- saat ini melambung tinggi menjadi Rp. 20.000,- lebih parah lagi harga Sarmento atau sarimi telor melonjak naik menjadi Rp.25.000.

Apakah telor di pasar atau di toko sudah naik menjadi Rp. 5000 per buah ? Dan sarimi sudah naik menjadi 5000 per bungkus ? Kok bisa – bisanya pemilik kantin menaikan harga Sarmento yang jelas – jelas sarimi di pasar hanya Rp. 3000,- per bungkus dan telor hanya Rp. 3000 per buah. Heran Yuni

Ataukah ini pekerjaan pekerja yang menjaga kantin tersebut di kapal yang sengaja menaikan harga demi mencari keuntungan pribadinya saja ? Dimanakah perhatian pihak Kapal dan pemilik kantin. Tanya Yuni

Hal ini sama saja membunuh masyarakat, dengan kemahalan yang sudah berlebihan mencari keuntungan yang sudah terlalu besar dan sudah melewati kewajaran.

Kami berharap pihak DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten jangan menutup telingan dan mata melihat akan hal ini, agar kalau boleh sebagai wakil rakyat memanggil pihak pemilik kapal guna menegur pemilik kantin, jangan seenaknya saja karena di kapal lalu menaikan harga Sarmento dan Popmi yang di pasar dan di toko jelas sangat di bawah harga. Tegas Yuni. (Veja)