Ambon,beritasumbernews.com,SMA Negeri 11 Ambon di duga lakukan pungli kepada para siswa kelas III pada kegiatan hasil ujian akhir nanti sebesar Rp.500.000,- per siswa, dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan wisuda.

Informasi dugaan pungli ini mulai ramai di perbincangkan di publik, hingga ke awak media, yang mana informasi ini berkembang dari beberapa orang tua yang merasa di rugikan.

Hasil keputusan rapat bersama pihak sekolah dengan orang tua kurang lebih dua bulan lalu, memutuskan dan menyepakati akan biaya wisudawan SMA Negeri 11 Ambon akan datang usai mendengar hasil akhir yang di rencanakan akan di laksanakan pada gedung islami Center waihaong Ambon.

Keputusan tersebut di tanda tangani oleh 10 orang tua secara MOU dari jurusan IPA dan IPS yakni” 5 orang tua dari IPA dan 5 orang tua dari IPS sebagai perwakilan semua orang tua, dengan jumlah siswa sebanyak 409 orang.

Namun sangat di sayangkan, hal tersebut marak di perbincangkan karena bukan sebuah keputusan mutlak namun hanya berupa sebuah kebijakan sekolah guna melaksanakan hal tersebut.

Lebih heran lagi ternyata ada oknum wali kelas yang menggunakan kesepakatan tersebut sebagai ancaman pada siswa yang akan mengikuti ujian lewat pesan Whatsaap dan ada juga lewat Telpon selulernya.

Informasi tersebut di sampaikan beberapa orang tua yang namanya enggan di mediakan karena merasa takut dengan ancaman jika tidak membayar, anaknya tidak akan mengikuti ujian. Sebut salah satu orang tua kepada media ini saat di temuinya yang mengatakan bahwa itu ancaman dari wali kelas

Hal tersebut di sikapi oleh Kepala Sekolah La Ima Kampono.M.Pd kepada media ini saat di temui di ruang kerjanya pagi tadi mengatakan” biaya yang di sepakati tersebut gunanya untuk biaya pakaian wisuda-nya, sewa soung sistim, sewa gedung, dan lain – lain. Sebut Kepsek

Menurutnya” hal ini sudah kali yang ke dua di lakukan, pada lulusan tahun lalu merupakan kali yang pertama di buatnya. Tutur Kepsek

Kata Kepsek” hal ini di lakukan agar menghindari para siswa dari ugal – ugalan, atau tawuran usai mendengar hasil kelulusan, sehingga para siswa saat menyelesaikan studinya di SMA 11 Ambon terkesan siswa yang tidak membuat gaduh usai dengar hasil, namun mendengar hasil kelulusan dengan penuh hikmah. Jelas kepsek

Ada sejumlah orang tua yang merasa tidak mampu dengan beban biaya yang di tawarkan guna di sepakati bersama, orang tua juga ada yang keberatan namun tidak berani mengungkapkannya, namun lebih memilih diam.

Sementara Kepsek mengatakan bahwa” sampai sejauh ini tidak ada laporan wali kelas terkait ada orang tua yang tidak mampu, dan jika itu ada laporan, maka sebagai kepsek pihaknya akan mensikapi hal itu. Ungkap Kepsek (Veja)